Sukses

Pengertian Benoson

Benoson adalah obat yang mengandung Betamethasone sebagai zat aktifnya. Benoson digunakan untuk membantu mengobati alergi dan peradangan, seperti eksim (peradangan kulit yang menyebabkan kulit menjadi gatal, merah dan kering), dermatitis (peradangan kulit yang disebabkan oleh berhubungan dengan zat tertentu), dan ruam (bercak kemerahan). Benoson bekerja dengan mengurangi pembengkakan, gatal dan kemerahan yang dapat terjadi dalam jenis kondisi. Benoson tersedia dalam 2 bentuk sediaan, yaitu tablet dan krim topikal.

Keterangan Benoson

  1. Benoson Krim
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid
    • Kandungan: Betamethasone valerat 0.1%
    • Bentuk: Krim
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Box, Tube @ 5 gram dan 15 Gram
    • Farmasi: Bernofarm.
  2. Benoson Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid
    • Kandungan: Betamethasone 0.5 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Bernofarm.

Kegunaan Benoson

Benoson digunakan untuk mengatasi alergi dan peradangan.

Dosis & Cara Penggunaan Benoson

Benoson termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Benoson Krim
    • Oleskan tipis-tipis Benoson Krim pada bagian kulit yang terinfeksi, sebanyak 3-4 kali sehari.
  2. Benoson Tablet
    • Diberikan dosis 0.5-5 mg perhari dalam dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Benoson

Efek samping yang mungkin muncul pada pemakaian Benoson adalah:

  • Gatal
  • Rasa menyengat dan terbakar pada kulit
  • Mual, muntah
  • Nafsu makan meningkat
  • Gangguan tidur dan disfungsi kognitif
  • Hipertensi
  • Osteoporosis

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan indikasi:

  • Infeksi yang tidak diobati (sistemik dan topikal)
  • Hipersensitif terhadap Betamethasone

Interaksi Obat

  • Peningkatan konsentrasi plasma bila digunakan bersamaan dengan golongan obat inhibitor CYP3A4 (misalnya ritonavir, itrakonazol), dan kontrasepsi oral.
  • Efek terapeutik menurun bila digunakan secara bersamaan dengan rifampisin, rifabutin, karbamazepin, fenobarbiton, fenitoin, primidon, aminoglutethimide dan efedrin.
  • Dapat melawan efek agen hipoglikemik, antihipertensi, penghambat neuromuskuler (misalnya vecuronium), dan diuretik.
  • Peningkatan risiko hipokalemia bila digunakan bersamaan dengan acetazolamide, loop / diuretik thiazide, karbenoksolon, teofilin, glikosida jantung.
  • Dapat menghambat efek peningkatan pertumbuhan somatropin.
  • Peningkatan risiko ruptur tendon dengan penggunaan fluoroquinolon secara bersamaan.
  • Dapat meningkatkan metabolisme quetiapine dan tretinoin.
  • Peningkatan risiko perdarahan saluran pencernaan bila digunakan bersama NSAID.
  • Dapat meningkatkan kemanjuran antikoagulan kumarin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Benoson ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait