Sukses

Pengertian Baycuten-N

Baycuten-N adalah obat yang memiliki kandungan clotrimazole dan dexamethasone. Salep Baycuten-N digunakan untuk membantu menangani berbagai infeksi jamur kulit yang meradang, seperti kurap, kudis, dan gatal.

Clotrimazole bekerja dengan mencegah pertumbuhan jamur. Sedangkan dexamethasone bekerja dengan mengurangi kemerahan, bengkak, serta gatal-gatal pada kulit.

Artikel Lainnya: Jangan Sembarangan Mengobati Infeksi Jamur!

Keterangan Baycuten-N

Baycuten-N

Sebelum digunakan, bacalah keterangan Baycuten-N berikut:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antiinfeksi Topikal dengan Kortikosteroid.
  • Kandungan: Clotrimazole 50 mg, Dexamethasone 2 mg.
  • Bentuk: Krim.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Box, Tube @ 5 Gram.
  • Farmasi: Genero Pharmaceuticals/ Bayer Indonesia.
  • Harga: Rp. 58.000 - Rp. 105.000/ Tube.

Kegunaan Baycuten-N

Baycuten-N digunakan untuk membantu menangani infeksi jamur pada kulit.

Artikel Lainnya: Cara Praktis yang Efektif Cegah Kadas dan Kurap

Dosis dan Cara Penggunaan Baycuten-N

Baycuten-N termasuk obat keras dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Aturan penggunaan salep Baycuten-N adalah sebagai berikut:

  • Oleskan Baycuten-N krim tipis-tipis pada bagian yang membutuhkan.
  • Oleskan salep sebanyak dua kali sehari.

Cara Penyimpanan Baycuten-N

Simpan di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Baycuten-N

Pemakaian Baycuten-N dapat menimbulkan beberapa efek samping, antara lain:

  • Kulit kering.
  • Sensasi terbakar pada kulit.
  • Pembengkakan.
  • Ruam kulit.
  • Infeksi sekunder.
  • Perih.
  • Luka pada kulit.

Artikel Lainnya: Bolehkah Berenang Saat Terkena Infeksi Jamur?

Kontraindikasi

Hindari penggunaan apabila pasien memiliki kondisi berikut:

  • Hipersensitif terhadap komponen dari Baycuten-N.
  • Penyakit yang memengaruhi kulit, seperti sifilis dan TB.
  • Infeksi virus.
  • Dermatitis perioral.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Menurut studi pada hewan, obat ini dapat menimbulkan efek buruk pada janin. Akan tetapi, belum ada studi yang cukup baik pada wanita hamil.

Artikel
    Penyakit Terkait