Sukses

Pengertian Barzepin

Barzepin adalah obat yang memiliki kandungan oxcarbazepine dan diproduksi oleh Novell Pharmaceuticals Lab.

Obat ini tersedia dalam dua kekuatan dosis yang berbeda, yaitu Barzepin 600 mg dan Barzepin 300 mg. Perbedaan kekuatan dosis digunakan untuk membedakan tingkat tujuan terapi dan rasa sakit pasien.

Barzepin digunakan sendiri atau dikombinasikan bersama obat lain untuk menangani kejang akibat epilepsi.

Barzepin bekerja dengan cara memblokir saluran dalam tubuh yang peka terhadap tegangan, menstabilkan membran saraf sehingga dapat mencegah penyebaran kejang.

Artikel Lainnya: Orang Tua Harus Tahu Perbedaan Kejang Demam dan Epilepsi pada Anak

Keterangan Barzepin

Berikut ini adalah keterangan dari obat Barzepin yang perlu diketahui:

  1. Barzepin Tablet 300 mg

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antikonvulsan.
  • Kandungan: Oxcarbazepine 300 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Novell Pharmaceuticals Lab.
  • Harga: Rp. 85.000 - Rp. Rp. 140.000/ Strip.
  1. Barzepin Kaplet 600 mg

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antikonvulsan.
  • Kandungan: Oxcarbazepine 600 mg.
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @10 Kaplet.
  • Farmasi: Novell Pharmaceuticals Lab.
  • Harga: Rp. 90.000 - Rp. 175.000.

Artikel Lainnya: Sering Bengong Bisa Jadi Tanda Epilepsi, Lho!

Kegunaan Barzepin

Barzepin digunakan untuk pengobatan atau sebagai terapi tambahan untuk epilepsi.

Dosis & Cara Penggunaan Barzepin

Barzepin adalah obat keras dan memerlukan resep dokter.

Adapun aturan penggunaan obat Barzepin adalah sebagai berikut:

  1. Dewasa

  • Dosis monoterapi: 600 mg per hari dalam dua dosis terbagi. Bisa ditingkatkan sesuai dengan rekomendasi dokter.
  • Dosis pemeliharaan: 600-1.200 mg per hari. Bisa ditingkatkan sampai 2.400 mg per hari.
  1. Anak-anak usia ≥ 6 tahun

  • Dosis awal: 8-10 mg/kgBB per hari dalam dua dosis terbagi. Bisa ditingkatkan sesuai dengan rekomendasi dokter.
  • Dosis pemeliharaan: 30 mg/kgBB per hari.
  • Dosis maksimal: 46 mg/kgBB per hari.

Cara Penyimpanan Barzepin

Simpan pada suhu 25 derajat Celsius, di tempat sejuk.

Artikel Lainnya: Hidup Sendiri, Ini Tips Hidup Sehat dan Aman untuk Penderita Epilepsi

Efek Samping Barzepin

Penggunaan obat ini dapat memunculkan beberapa efek samping, seperti: 

  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Rasa lelah.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Sulit tidur.
  • Konstipasi.

Overdosis

Gejala overdosis Barzepin, di antaranya:

  • Mual dan muntah.
  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Hiperkinesia.
  • Hiponatremia.
  • Ataksia.
  • Nistagmus.

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama Saat Penderita Epilepsi Alami Kejang

Kontraindikasi

Untuk ibu menyusui, sebaiknya tidak menggunakan Barzepin.

Interaksi Obat

Berikut adalah beberapa obat yang sebaiknya tidak digunakan berbarengan dengan Barzepin:

  • Fenobarbital.
  • Fenitoin.
  • Obat golongan calcium channel blocker.
  • Carbamazepine.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Berefek buruk pada janin hewan. Risikonya pada janin manusia perlu ditelaah lebih lanjut.

Peringatan Menyusui

Barzepin terserap ke dalam ASI, dapat mengakibatkan potensi yang merugikan dan serius terhadap bayi menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait