Sukses

Pengertian Bantif Child

Bantif Child Sirup adalah obat yang digunakan untuk meringankan batuk kering dan hidung tersumbat akibat influenza. Bantif Child sirup mengandung kombinasi Dextromethorphan (obat penekan batuk) dan Pseudoephedrine (obat amina simpatomimetik, dalam sediaan obat ini bertindak sebagai nasal dekongestan/melegakan hidung tersumbat).

Keterangan Bantif Child

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Flu
  • Kandungan: Per 5 mL: Dextromethorphan HBr 7.5 mg, Pseudoephedrine HCl 15 mg
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, Botol 60 mL
  • Farmasi: Sanbe Farma

Kegunaan Bantif Child

Bantif Child Sirup digunakan untuk meredakan batuk tidak berdahak dan hidung tersumbat karena flu.

Dosis & Cara Penggunaan Bantif Child

Cara Penggunaan Bantif Child Sirup adalah sebagai berikut:

  • Anak usia 6-12 tahun: 3 kali sehari, 1 sendok takar (5 mL).
  • Anak usia > 12 tahun: 3 kali sehari, 2 sendok takar (10 mL).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Bantif Child

Efek samping penggunaan Bantif Child Sirup yang mungkin terjadi adalah:

  • Depresi atau eksitasi pada sistem saraf pusat dapat terjadi, kantuk dilaporkan paling sering terjadi.
  • Efek samping seperti gangguan tidur dan halusinasi telah dilaporkan terjadi.
  • Efek samping umum lainnya misalnya ruam kulit, dengan atau tanpa iritasi, takikardia dan kekeringan pada mulut, hidung dan tenggorokan.
  • Jika digunakan dengan dosis yang besar, berpotensi menyebabkan kejang epilepsi.
  • Reaksi hipersensitivitas akibat pemakaian obat ini sangat jarang, namun jika terjadi pertolongan medis harus segera diberikan karena bisa menyebabkan syok anafilaksis yang berakibat fatal.

Kontraindikasi

  • Pasien yang menggunakan obat golongan MAOI (monoamine oxidase inhibitors/penghambat monoamine oksidase) 2 minggu sebelum perawatan.
  • Hamil dan menyusui.

Interaksi Obat
Berikut adalah interaksi Bantif Child Sirup jika digunakan bersamaan dengan dengan obat-obat lain :

  • Penggunaan bersamaan dengan agen simpatomimetik lainnya, misalnya dekongestan, antidepresan trisiklik, penekan nafsu makan dan psikostimulan seperti amfetamin atau dengan MAOI yang mengganggu katabolisme amin simpatomimetik, kadang-kadang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah.
  • Pseudoephedrine dapat membalikkan tindakan hipotensi dari obat-obatan yang mengganggu aktivitas simpatik, termasuk agen bretylium, bethanidine, guanethidine, debrisoquine, methyldopa dan α- dan β-adrenergic-blocking agents.
  • Agen antibakteri furazolidon diketahui menyebabkan inhibisi monoamine oxidase terkait dosis. Meskipun tidak ada laporan tentang krisis hipertensi yang disebabkan oleh pemberian bersamaan dengan furazolidone, sebaiknya jangan menggunakannya bersamaan.
  • Dapat menutupi tanda-tanda ototoxicity yang disebabkan oleh obat golongan aminoglikosida.
  • Dextromethorphan bisa mempotensiasi obat golongan depresan sistem saraf lain.

 

Artikel
    Penyakit Terkait