Sukses

Pengertian Aztrin

Aztrin adalah antibiotik yang mengandung azitthromycin. Aztrin digunakan untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri. Penggunaan Aztrin yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten (kebal) dan menurunkan efektifitas kerja obat ini. Aztrin tersedia dalam bentuk sediaan sirup kering dan kaplet.

Keterangan Aztrin

  1. Aztrin Sirup
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik.
    • Kandungan: Azithromycin 200 mg/ 5 ml.
    • Bentuk: Sirup Kering.
    • Satuan penjualan: Botol.
    • Kemasan: Box, Botol @ 15 mL.
    • Farmasi: Pharos Indonesia.
  2. Aztrin Kaplet

    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik.
    • Kandungan: Azithromycin 500 mg
    • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
    • Satuan penjualan: Strip.
    • Kemasan: Box, 1 Strip @ 10 Kaplet.
    • Farmasi: Pharos Indonesia
  3. Aztrin Kapsul
     
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik.
    • Kandungan: Azithromycin 250 mg.
    • Bentuk: Kapsul.
    • Satuan penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul.
    • Farmasi: Pharos Indonesia

 

Kegunaan Aztrin

Aztrin digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan atas dan bawah, pneumonia komunitas.

Dosis & Cara Penggunaan Aztrin

Aztrin termasuk golongan obat keras. Penggunaan Aztrin harus dikonsultasikan dengan Dokter. Dosis penggunaan Aztrin:

  1. Aztrin Kaplet
    • Infeksi saluran napas atas dan bawah, infeksi kulit ringan dan sedang
      • Pada hari pertama: diberikan dosis 500 mg sebagai dosis tunggal perhar.
      • Dosis selanjutnya: diberikan dosis tunggal 250 mg pada hari ke 2 sampai hari ke 5.
    • Uretritis non-komplikasi dan servisitis non-gonore akibat Chlamydia trachomatis
      • Dosis pemberian: 1 g sebagai dosis tunggal. 
  2. Aztrin Sirup Kering
    • Dewasa: diberikan dosis 500 mg perhari selama 3 hari.
      • Dosis alternatif: Untuk 5 hari pemberian: Hari pertama: 500 mg prhari, hari ke-2 sampai ke-5: diberikan dosis 250 mg perhari.
    • Anak: diberikan dosis 10 mg / kg berat badan/ hari selama 3 hari.
      • Dosis alternatif: Untuk 5 hari pemberian: Hari pertama: 10 mg / kg berat badan/ hari, hari ke-2 sampai ke-5: 5 mg / kg berat badan/ hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Aztrin

Efek samping penggunaan Aztrin yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual, muntah, diare.
  • Kembung
  • Nyeri dada, dispepsia, dan nyeri pada perut.
  • Gugup, ruam kulit.
  • Pusing, sakit kepala, vertigo.
  • Berpotensi patal: shock anafilaksis juga dilaporkan terjadi pada pemakaian aztrin (Azithromycin).

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan indikasi:

  • Sebaiknya tidak digunakan pada pasien hipersensitif terhadap antibiotik macrolide.
  • Riwayat disfungsi hati atau ikterus kolestatik setelah penggunaan antibiotik sebelumnya.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan konsentrasi serum digoxin, siklosporin, terfenadin, hexobarbital dan fenitoin.
  • Penurunan tingkat penyerapan dengan antasida yang mengandung aluminium dan magnesium.
  • Peningkatan resiko toksisitas (racun) ergot.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Aztrin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Diare, gangguan pendengaran yang dapat disembuhkan, mual dan muntah yang parah.
  • Penatalaksanaan: Lakukan tindakan simptomatis dan suportif jika diperlukan. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait