Sukses

Pengertian Axofen

Axofen adalah obat yang mengandung Ibuprofen sebagai zat aktifnya, Ibuprofen merupakan obat golongan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS). Axaprofen digunakan untuk meredakan demam, nyeri seperti sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri haid, sakit gigi atau nyeri lainnya dari nyeri ringan hingga sedang. Axofen bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin, apabila pembentukan produksi prostaglandin dapat dihambat maka dapat mengurangi dan meredakan nyeri ringan dan peradangan.

Keterangan Axofen

  1. Axofen Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)
    • Kandungan: Ibuprofen 400 mg
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Sampharindo Indonesia.
  2. Axofen Suspensi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)
    • Kandungan: Ibuprofen 100 mg/5 mL
    • Bentuk: Suspensi
    • Satuan penjualan: Botol
    • Kemasan: Box, Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Sampharindo Indonesia.

Kegunaan Axofen

Axofen digunakan untuk mengobati:

  • Demam
  • Meringankan gejala rematik tulang
  • Meringankan nyeri pada dismenore (dismenore adalah nyeri haid menjelang atau selama haid, sampai wanita tersebut tidak dapat bekerja dan harus tidur) primer
  • Nyeri sendi
  • Nyeri pasca operasi
  • Nyeri sesudah cabut gigi.

Dosis & Cara Penggunaan Axofen

Axofen merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter.

  • Untuk pengobatan demam:
    - Dewasa: diminum 200-400 mg setiap 4-6 jam maksimal 1.2 gram.
    - Anak-anak 6 bulan - 12 tahun: diminum 10 mg perkilogram berat badan maksimal 40 mg perkilogram perhari.
  • Untuk pengobatan rasa sakit ringan hingga sedang
    - Dewasa: diminum 200-400 mg setiap 4-6 jam maksimal 1.2 gram.
    - Anak-anak: diminum 4-10 mg perkilogram berat badan perhari setiap 6-8 jam.
  • Pada pengobatan osteoarthritis dan nyeri persendian
    Pada dewasa diminum 400-800 mg 3-4 kali sehari maksimal 3.2 gram perhari.
  • Untuk pengobatan nyeri karena haid (menstruasi)
    Pada dewasa diminum 200-400 mg setiap 3-6 jam, maksimal 1.2 gram.

Cara Penyimpanan:
Simpan Axofen pada suhu ruang antara 20-25°C. Lindungi dari cahaya langsung.

Efek Samping Axofen

Efek samping yang mungkin terjadi adalah mual dan muntah, perut kembung, gangguan pencernaan, tukak lambung, nyeri ulu hati, diare atau konstipasi, sakit kepala, tinja berwarna hitam atau disertai darah, muntah darah.

Kontraindikasi:

  • Sebaiknya tidak digunakan pada pasien ulkus peptikum berat dan aktif
  • Riwayat hipersensitivitas terhadap OAINS,
  • Pasien dengan sindrom polip hidung atau angioedema,
  • Pasien yang mengalami asma, rinitis, atau urtikaria setelah minum aspirin atau OAINS lain.
  • Trimester ke-3 kehamilan & laktasi.

Interaksi obat:

  • Antikoagulan (misalnya warfarin atau kumarin), karena obat-obat ini jika diberikan bersamaan ibuprofen meningkatkan risiko perdarahan lambung.
  • Ibuprofen menurunkan efektivitas Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (misalnya enalapril) atau diuretik (misalnya furosemide, hydrochlorothiazide).
  • Mengganggu efek antiplatelet aspirin dosis rendah yang menyebabkan efektivitas aspirin menurun bila digunakan untuk cardioprotection dan pencegahan stroke.
  • Aspirin juga meningkatkan risiko perdarahan lambung.

Keamanan kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Axofen ke dalam Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis:

  • Pemberian Axofen yang melebihi dosis dapat menimbulkan gejala, seperti sakit kepala, mengantuk, kejang, mual, muntah, sakit perut, hipotensi (tekanan darah rendah), gagal pernapasan, hiperkalemia, gagal ginjal akut, letargi, asidosis metabolik, koma. 
  • Jika terjadi overdosis, segera berikan terapi suportif dan simtomatik (dibantu oleh tenaga medis profesional). Induksi emesis dengan sirup ipecac atau lakukan bilas lambung. Berikan arang aktif untuk mengurangi penyerapan dan reabsorpsi. Diuresis alkali paksa mungkin bermanfaat. Penatalaksanaan hipotensi, perdarahan gastrointestinal, dan asidosis juga mungkin diperlukan.
Artikel
    Penyakit Terkait