Sukses

Pengertian Axaprofen

Axaprofen adalah obat yang mengandung Paracetamol dan Ibuprofen, diproduksi oleh Sampharindo Perdana. Kedua komposisi Axaprofentersebut masuk kedalam golongan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS). Axaprofen digunakan untuk meredakan demam, nyeri seperti sakit kepala, nyeri sendi, nyeri haid, nyeri otot, sakit gigi atau nyeri lainnya dari nyeri ringan hingga sedang. Axaprofen bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin, apabila pembentukan produksi prostaglandin dapat dihambat maka dapat mengurangi dan meredakan nyeri ringan dan peradangan.

Keterangan Axaprofen

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)
  • Kandungan: Ibuprofen 200 mg dan Paracetamol 350 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Amplop @ 1 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Sampharindo Perdana.

Kegunaan Axaprofen

Axaprofen digunakan untuk mengobati:

  • Demam
  • Nyeri sendi
  • Nyeri sesudah cabut gigi
  • Nyeri pasca operasi
  • Meringankan gejala rematik tulang
  • Meringankan nyeri pada dismenore (dismenore adalah nyeri haid menjelang atau selama haid, sampai wanita tersebut tidak dapat bekerja dan harus tidur) primer.

Dosis & Cara Penggunaan Axaprofen

Axaprofen merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter.

  • Untuk pengobatan demam:
    Dewasa: diminum 2-3 tablet setiap 4-6 jam maksimal 1.2 gram.
  • Untuk pengobatan rasa sakit ringan hingga sedang
    Dewasa: diminum 2-3 tablet setiap 4-6 jam maksimal 1.2 gram.
  • Pada pengobatan osteoarthritis dan nyeri persendian
    Dewasa: diminum 3-4 tablet, 3-4 kali sehari maksimal 3.2 gram perhari.
  • Untuk pengobatan nyeri karena haid (menstruasi)
    Pada dewasa diminum 2-3 tablet setiap 3-6 jam.

Cara Penyimpanan:

  • Simpan obat pada suhu ruang 20-25°C, hindari dari cahaya langsung.
  • Jauhkan obat dari anak-anak dan hewan peliharaan.

Efek Samping Axaprofen

Efek samping yang mungkin terjadi adalah mual dan muntah, perut kembung, gangguan pencernaan, tukak lambung, nyeri ulu hati, diare atau konstipasi, sakit kepala, tinja berwarna hitam atau disertai darah, muntah darah.

Kontraindikasi:

  • Sebaiknya tidak digunakan pada pasien ulkus peptikum berat dan aktif
  • Riwayat hipersensitivitas terhadap OAINS,
  • Pasien dengan sindrom polip hidung atau angioedema,
  • Pasien yang mengalami asma, rinitis, atau urtikaria setelah minum aspirin atau OAINS lain.
  • Trimester ke-3 kehamilan & laktasi.

Interaksi obat:

  • Antikoagulan (misalnya warfarin atau kumarin), karena obat-obat ini jika diberikan bersamaan ibuprofen meningkatkan risiko perdarahan lambung.
  • Ibuprofen menurunkan efektivitas Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor (misalnya enalapril) atau diuretik (misalnya furosemide, hydrochlorothiazide).
  • Mengganggu efek antiplatelet aspirin dosis rendah yang menyebabkan efektivitas aspirin menurun bila digunakan untuk cardioprotection dan pencegahan stroke.
  • Aspirin juga meningkatkan risiko perdarahan lambung.

Keamanan Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Axaprofen ke dalam Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait