Sukses

Pengertian AV F AZA

AV F AZA adalah obat yang mengandung azelaic acid sebagai zat aktifnya. AV F AZA digunakan untuk pasien yang mengalami acne vulgaris (jerawat) dan rosacea (kulit yang memerah disertai dengan benjolan yang berisi nanah). AV F AZA bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan jerawat dan mengurangi perkembangan komedo.

Keterangan AV F AZA

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS).
  • Kandungan: Azelaic acid 0.2 gram/gram.
  • Bentuk: Krim.
  • Satuan penjualan: Pot plastik.
  • Kemasan: Box, Pot plastik @ 30 gram.
  • Farmasi: Ikapharmindo Putramas.

Kegunaan AV F AZA

AV F AZA digunakan untuk pasien yang mengalami acne vulgaris (jerawat) dan rosacea (kulit yang memerah disertai dengan benjolan yang berisi nanah).

Dosis & Cara Penggunaan AV F AZA

AV F AZA merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan AV F AZA juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Acne vulgaris (jerawat)
    Setelah bagian yang terinfeksi dibersihkan, obat dioleskan tipis-tipis pada bagian yang terinfeksi sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore). Durasi pemakaian obat selama 6 bulan.
  • Rosacea (kulit yang memerah disertai dengan benjolan yang berisi nanah)
    Setelah bagian yang terinfeksi dibersihkan, obat dioleskan tipis-tipis pada bagian yang terinfeksi 2 kali sehari (pagi dan sore).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30°C.

Efek Samping AV F AZA

Efek samping penggunaan AV F AZA yang mungkin terjadi adalah:
Erythema (kemerahan), kulit terasa terbakar, hypopigmentasi (kekurangan pigmen kulit), terbentuk ruam.

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap azelaic acid.

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan AV F AZA ke dalam Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait