Sukses

Pengertian Atrovent

Atrovent adalah sediaan obat anti asma yang dikemas dalam bentuk sediaan larutan untuk inhalasi dan aerosol. Atrovent digunakan sebagai bronkodilator untuk pencegahan dan pengobatan gejala obstruksi saluran nafas kronik dengan bronkospasme (penyempitan otot-otot di dinding bronkiolus secara tiba-tiba) reversibel, seperti asma bronkial (kondisi medis yang menyebabkan jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit) dan terutama bronkitis kronik (peradangan pada saluran bronkial, yaitu saluran pernapasan yang membawa udara ke paru-paru) dengan atau tanpa emfisema (kondisi di mana kantung udara di paru-paru secara bertahap hancur, membuat napas lebih pendek).

Keterangan Atrovent

  • Atrovent Inhalasi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Preparat Antiasma dan PPOK
    • Kandungan: Ipratropium Br 0.025%
    • Bentuk: Cairan Inhalasi.
    • Satuan penjualan: Botol.
    • Kemasan: Box, Botol @ 20 mL.
    • Farmasi: Boehringer Ingelheim Indonesia.
  • Atrovent Inhaler
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Preparat Antiasma dan PPOK
    • Kandungan: Ipratropium Br 0.02 mg/dosis.
    • Bentuk: Aerosol.
    • Satuan penjualan: Canister.
    • Kemasan: Box, Canister @ 200 dosis (10 mL).
    • Farmasi: Boehringer Ingelheim Indonesia.

Kegunaan Atrovent

Atrovent digunakan untuk pencegahan dan pengobatan asma bronkial dan terutama bronkitis kronik dengan atau tanpa emfisema.

Dosis dan Cara Penggunaan Atrovent

Atrovent termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Atrovent Inhalasi
    • Dewasa: dosis 250-500 mcg, diberikan 3-4 kali sehari.
    • Anak usia 6-12 tahun untuk asma akut dan kronik: 250 mcg, diulangi seperlunya hingga dosis total 1 mg.
    • Anak usia <6 tahun: dosis 125-250 mcg, diberikan tidak lebih dari 6 jam sampai dosis total 1 mg. 
  2. Atrovent Aerosol
    • Dewasa: dosis 20-40 mcg, diberikan 3-4 kali sehari; dosis tunggal dapat diberikan hingga 80 mcg mungkin diperlukan pada beberapa pasien.
    • Anak usia 6-12 tahun: dosis 20-40 mcg,  diberikan 3 kali sehari.
    • Anak usia <6 tahun: dosis 20 mcg, diberikan 3 kali sehari. 

Efek Samping Atrovent

Efek samping penggunaan Atrovent yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan motilitas saluran cerna
  • Mulut kering
  • Sakit kepala
  • Takikardi (meningkatnya kecepatan denyut jantung)
  • Palpitasi ( kondisi berdebar-debar, dengan denyut jantung cepat atau tidak beraturan)
  • Takikardi supraventrikular (meningkatnya kecepatan denyut jantung karena aktivitas listrik yang tidak semestinya pada bagian atas jantung)
  • Fibrilasi atrial (kondisi ketika serambi (atrium) jantung berdenyut dengan tidak beraturan dan cepat)
  • Gangguan akomodasi mata
  • Retensi urin (gangguan pada kandung kemih sehingga kesulitan untuk mengeluarkan atau mengosongkan urine)
  • Bronkospasme ( gangguan yang terjadi otot bronkus yang rentan terjadi pada orang dengan penyakit asma atau alergi) yang diinduksi oleh inhalasi
  • Reaksi alergi.

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien yang menderita hipersensitif terhadap atropin atau derivatnya.

Interkasi Obat
Efek bronkodilatasi diperkuat oleh β-adrenergik dan xantin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Atrovent ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait