Sukses

Pengertian Atorsan

Atorsan adalah obat yang mengandung Atorvastatin. Atorsan dapat dikombinasikan dengan diet yang tepat untuk membantu menurunkan kadar Kolesterol dan lemak “jahat” dalam tubuh dan meningkatkan lemak “baik” yang diproduksi dalam tubuh. Atorsan bekerja dengan menurunkan jumlah Kolesterol yang dibuat oleh organ hati. Dengan menurunkan kadar kolesterol dan lemak “jahat” dalam darah dapat mencegah dan mengurangi kemungkinan untuk terserang penyakit jantung dan stroke. 

Keterangan Atorsan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Dislipidemia
  • Kandungan: Atorvastatin 10 mg; Atorvastatin 40 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Lek Lyublyana/ Sandoz Indonesia

Kegunaan Atorsan

Atorsan digunakan untuk membantu menurunkan kolesterol dalam tubuh pada orang dewasa dan anak-anak usia diatas 10 tahun.

Dosis & Cara Penggunaan Atorsan

Atorsan termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan dokter.
Aturan penggunaan Atorsan:

  • Dewasa: sebagai dosis awal diberikan dosis 10-20 mg sekali sehari, dosis dapat di sesuaikan dengan jarak waktu 4 minggu. Dosis dapat ditingkatkan hingga 40 mg sekali sehari. Maksimal dosis: 80 mg perhari.
  • Anak-anak usia 10-17 tahun: diberikan dosis 10 mg, diminum sekali sehari. Dosis dapat ditingkatan dengan jarak waktu 4 minggu maksimal 20 mg perhari. Atau sesuai petunjuk Dokter.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Atorsan

Efek samping penggunaan Atorsan yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit kepala
  • Perut kembung, sembelit, dispepsia (nyeri atau sakit pada bagian perut atas), mual dan muntah, diare, anoreksia (gangguan berupa penurunan nafsu makan yang berlebihan)
  • Nyeri pada ekstremitas (tulang anggota gerak seperti lengan dan kaki), muskuloskeletal (sendi) dan pharyngolaryngeal (faring/tenggorokan dan laring/pita suara)
  • Miopati (otot melemah bahkan lumpuh), kejang otot, mialgia (nyeri otot) dan artralgia (nyeri sendi)
  • Nasopharyngitis (Radang tenggorokan)
  • Insomnia (kesulitan tidur)
  • Infeksi saluran kemih (ISK)

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang menderita penyakit hati aktif, peningkatan transaminase serum persisten yang tidak dapat dijelaskan
  • Tidak boleh diberikan pada ibu hamil dan menyusui.
  • Tidak boleh diberikan bersama dengan ciclosporin, asam fusidat sistemik, telaprevir, glekaprevir / pibrentasvir dan kombinasi tipranavir / ritonavir.

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan risiko miopati dan rhabdomiolisis jika diberikan bersamaan dengan golongan obat penghambat CYP3A4 (misalnya, PI HIV dan HCV, itrakonazol, ketokonazol, klaritromisin, eritromisin, verapamil, diltiazem), fenofibrat, gemfibrozil, ezetimibe, niasin, kombinasi tetap / riticina .
  • Penggunaan bersama jika diberikan bersamaan dengan golongan obat penginduksi CYP3A4 (misalnya rifampisin, efavirenz, fenitoin), antasida Al atau Mg, dan kolestipol dapat mengurangi konsentrasi atorvastatin dalam plasma. Dapat meningkatkan kadar serum digoksin dan kontrasepsi oral (misalnya norethindrone, ethinyl estradiol).
  • Berpotensi Fatal: Penggunaan bersamaan dengan kombinasi ciclosporin, telaprevir, glecaprevir / pibrentasvir dan tipranavir / ritonavir dapat meningkatkan risiko miopati atau rhabdomyolysis. Pemberian bersama dengan atau dalam 7 hari setelah penghentian asam fusidat sistemik dapat meningkatkan risiko rhabdomyolysis yang fatal.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Atorsan ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.Dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait