Sukses

Pengertian Atenolol

Atenolol adalah obat golongan beta bloker yang dapat digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penyakit stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal, sehingga atenolol dapat mencegah penyakit tersebut. Atenolol bekerja dengan cara merelaksasi pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih mudah.

Keterangan Atenolol

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Beta Blocker.
  • Kandungan: Atenolol 50 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasa: Box, Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: PT. Pratapa Nirmala.

Merk dagang yang beredar di Indonesia:

Farnormin, Internolol, Betablok, Niften, Lotenac.

Kegunaan Atenolol

Atenolol digunakan untuk mencegah penyakit stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal pada pasien yang memiliki riwayat hipertensi.

Dosis & Cara Penggunaan Atenolol

Atenolol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Atenolol juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi) pada dewasa: 1/2-2 tablet,  diminum sekali sehari.
  • Angina pektoris pada dewasa: 1-2 tablet diminum sekali sehari, dapat diberikan sebagai dosis tunggal maupun terbagi. Maksimal 200 mg perhari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25°C.

Efek Samping Atenolol

Efek samping penggunaan Atenolol yang mungkin terjadi:

  • Bradikardia: kondisi di mana jantung penderita berdetak lebih lambat dari kondisi normal
  • Hipotensi/ tekanan darah rendah
  • Edema: penumpukan cairan tubuh yang menyebabkan pembengkakan
  • Gagal jantung
  • Pusing
  • Berkeringat
  • Kelelahan
  • Insomnia/ kesulitan tidur
  • Lesu
  • Kebingungan
  • Nyeri dada
  • Depresi
  • Gangguan mental
  • Sakit kepala

Kontraindikasi
Sebaiknya tidak boleh diberikan pada pasien yang menderita:

  • Detak jantung lambat
  • Syok kardiogenik; kondisi di mana jantung mengalami gangguan secara mendadak, sehingga tidak mampu mencukupi pasokan darah yang dibutuhkan oleh tubuh
  • ipotensi: tekanan darah rendah
  • Asidosis metabolik; suatu kondisi saat terlalu banyak asam menumpuk di dalam tubuh
  • Penyakit arteri perifer berat; suatu kondisi peredaran darah saat pembuluh darah yang menyempit mengurangi aliran darah ke kaki
  • Sindrom sakit sinus; tanpa alat pacu jantung
  • Gagal jantung
  • Pheochromocytoma yang tidak diobat; tumor yang mensekresi hormon yang dapat terjadi pada kelenjar adrenal

Interaksi obat

  • Glikosida digitalis: Dapat meningkatkan waktu konduksi atrioventrikular.
  • Clonidine: dapat memperburuk kondisi hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Obat anti-arrhythmic kelas I (misalnya: Disopyramide) dan amiodarone: dapat berpotensi bradikardia (detak jantung lambat) dan gagal jantung.
  • Penggunaan OAINS (Obat Anti Inflamasi Non Steroid) secara bersamaan (misalnya: Ibuprofen, indometacin): dapat mengurangi efek hipotensi (tekanan darah rendah).
  • Pemberian bersamaan dengan obat bius: Dapat meningkatkan risiko hipotensi (tekanan darah rendah) dan melemahkan refleks takikardia (detak jantung cepat).
  • Efek tambahan dengan penghambat saluran Kalsium (misalnya: Verapamil, diltiazem) dan penipis katekolamin (misalnya: Reserpin).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Atenolol ke dalam Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius di manaobat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Gejala overdosis Atenolol antara lain bradikardia, hipotensi, bronkospasme, dan gagal jantung akut; hipoglikemia, gangguan konduksi, penurunan kontraktilitas jantung, penyumbatan jantung, syok, dan henti jantung juga dapat terjadi.
  • Penatalaksanaan: pengobatan simtomatik dan suportif. Bilas lambung atau arang aktif dapat digunakan dalam overdosis atenolol akut.
Artikel
    Penyakit Terkait