Sukses

Pengertian Asmadex

Asmadex adalah obat dengan kandungan Theophylline dan ephedrine HCl yang berfungsi untuk mengatasi Asma bronkhial dan bronkitis karena influenza dan alergi. Theophylline berfungsi untuk mengendurkan otot saluran pernafasan, sehingga pernafasan menjadi lebih lega. Ephedrine HCl berfungsi untuk mengurangi pembengkakan dan mengecilkan pembuluh darah di rongga hidung, sehingga saluran udara di paru-paru menjadi lebih lancar.

Keterangan Asmadex

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Antiasma dan Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Kandungan: Ephedrine HCl 10 mg, Theophylline Anhydrous 130 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Tablet
  • Kemasan: Box, 25 catch cover @ 1 Strip @ 4 Tablet
  • Farmasi: Dexa Medica.

Kegunaan Asmadex

Asmadex digunakan untuk mengobati asma bronkhial dan bronkitis karena influenza dan alergi.

Dosis & Cara Penggunaan Asmadex

Aturan penggunaan Asmadex adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 3 kali sehari 1-2 tablet
  • Anak-anak: 2 kali sehari 1/2 tablet.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping Asmadex

Efek samping yang mungkin terjadi adalah mengantuk, pusing, mulut kering, kejang seperti epileptik (pada penggunaan dengan dosis besar). Gangguan saluran pencernaan, perdarahan saluran pencernaan, insomnia (sulit tidur), sakit kepala, kecemasan, dan berdebar.

Kontraindikasi
Memiliki riwayat hipersensitif atau reaksi alergi terhadap obat asmadex atau salah satu dari komponennya, orang yang sedang diterapi dengan MAOI.

Interaksi Obat
Berpotensial dengan depresan SSP, efek diperpanjang dengan MAOI. Menurunkan bersihan hati dan meningkatkan waktu paruh di serum pada pemakaian bersama dengan alopurinol, simetidin, vaksin flu, propanolol, eritromisin dan makrolid lain. Bersihan ditingkatkan oleh fenitoin.

Keamanan Kehamilan
Asmadex adalah obat dengan kandungan Theophylline anhydrous, ephedrine HCl yang dimana keduanya merupakan obat dengan kategori C berdasarkan FDA (Badan Pengawas Makan dan Obat Amerika) dan memiliki makna:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait