Sukses

Pengertian Ariski

Ariski adalah obat dengan kandungan Aripiprazole yang digunakan untuk membantu mengatasi penyakit bipolar dan skizofrenia. Ariski bekerja dengan cara menyeimbangkan kerja senyawa kimia di dalam otak yang menjadi pemicu gangguan suasana hati.

Keterangan Ariski

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antipsikotik
  • Kandungan: Aripiprazole 10 mg; Aripiprazole 15 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Actavis

Kegunaan Ariski

Ariski digunakan untuk mengatasi skizofrenia, gangguan bipolar (terapi tunggal atau terapi tambahan terhadap litium atau valproat untuk episode mania akut akibat gangguan bipolar), terapi tambahan pada gangguan depresi mayor, iritabilitas akibat gangguan autisme, gelisah akibat skizofrenia atau gangguan bipolar.

Dosis & Cara Penggunaan Ariski

Ariski merupakan golongan obat keras. Dosis penggunaannya juga harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter. Penggunaan Ariski secara umum adalah:

  1. Untuk Skizofrenia
    • Dewasa: Dosisa awal: diberikan dosis 10 mg atau 15 mg. Dosis pemeliharaan: diberikan dosis 15 mg. Sesuaikan dosis dengan jarak pemberian minimal 2 minggu. Maksimal dosis: 30 mg.
    • Anak usia ≥ 15 tahun: dosis awalnya: 2 mg selama 2 hari, ditingkatkan sampai 5 mg selama 2 hari untuk mencapai dosis yang dianjurkan, 10 mg setiap hari. Setiap kenaikan dosis harus diberikan peningkatan 5 mg. Maksimal: 30 mg perhari.
    • Pasien lanjut usia  Kurangi dosis awal.
  2. Untuk Episode manic akut pada gangguan bipolar
    • Dewasa: dosis awal: dosis 15 mg, tingkatkan dosis menjadi 30 mg perhari sesuai dengan respon.
    • Anak usia ≥13 tahun: dosis awal: 2 mg selama 2 hari, ditingkatkan dosis sampai 5 mg selama 2 hari untuk mencapai
      dosis yang dianjurkan, 10 mg setiap hari. Setiap kenaikan dosis harus diberikan kenaikan 5 mg. Maksimal: 30 mg perhari.
    • Pasien lanjut usia: Kurangi dosis awal.
  3. Untuk Iritabilitas yang berhubungan dengan gangguan autis
    • Anak usia 6-17 tahun: diberikan dosis 5-15 mg sehari. Dosis individual disesuaikan dengan respon pasien.
    • Dosis awal: diberikan dosis 2 mg sehari. Dosis bisa ditingkatkan 5 mg setiap hari dengan kenaikan sampai 10 atau 15 mg setiap hari, jika diperlukan. Penyesuaian dosis hingga 5 mg setiap hari harus terjadi secara bertahap dengan jarak pemberian tidak kurang dari 1 minggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Ariski

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Ariski adalah:

  • Sakit kepala.
  • Mengantuk
  • Mual dan Muntah
  • Batuk
  • Ruam Kulit
  • Gelisah
  • Cemas
  • Lemah
  • Insomnia (Sulit Tidur).
  • Konstipasi (Sulit Buang Air Besar)
  • Penglihatan kabur
  • Hidung tersumbat
  • Berat badan bertambah
  • Tremor (Gemetar tak terkendali)

Kontraindikasi
Hindari pemberian pada pasien yang hipersensitif terhadap Aripiprazole.

Interaksi Obat

  • Dapat menurunkan kadar plasma jika diberikan bersamaan dengan penginduksi CYP3A4 (misalnya karbamazepin).
  • Dapat meningkatkan kadar plasma jika diberikan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 (misalnya klaritromisin, ketokonazol) atau inhibitor CYP2D6 (misalnya fluoxetine, quinidine).
  • Pemberian bersamaan dengan agen antikolinergik dapat mengganggu pengaturan suhu tubuh.
  • Efek aditif jika diberikan bersamaan  dengan agen hipotensi.
  • Meningkatkan efek hipotensi sedatif dan ortostatik jika diberikan bersamaan dengan lorazepam dan benzodiazepin lainnya.
  • Efek samping yang tumpang tindih (misalnya sedasi) jika diberikan bersamaan dengan agen SSP.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ariski ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Kelesuan, peningkatan tekanan darah, mengantuk, detak jantung cepat, mual, muntah, diare, kehilangan kesadaran sementara, gejala ekstrapiramidal.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Pertahankan jalan napas, oksigenasi, dan ventilasi yang adekuat. Segera mulai pemantauan jantung dan termasuk pemantauan EKG untuk mendeteksi kemungkinan gangguan irama jantung. Arang aktif mungkin dapat diberikan. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait