Sukses

Pengertian Antiplat

Antiplat adalah obat dengan kandungan Cilostazol yang merupakan obat antiplatelet dan vasodilator. Antiplat bekerja dengan menghambat phosphodiesterase type 3, sehingga dapat melebarkan pembuluh darah yang dapat meningkatkan aliran darah. Antiplat juga dapat menghentikan sel-sel darah (platelet) agar tidak saling menempel dan membentuk gumpalan. Antiplat dapat digunakan untuk mengobati gejala iskemik termasuk ulserasi, nyeri, dan sensasi dingin pada ekstremitas, serta dapat mencegah infark serebral berulang (tidak termasuk emboli serebral kardiogenik).

Keterangan Antiplat

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikoagulan, Antiplatelet & Fibrinolitik (Thrombolitik)
  • Kandungan: Cilostazol 50 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @10 Tablet
  • Farmasi: Dexa Medica/ Ferron Par Pharmaceuticals

Kegunaan Antiplat

Antiplat digunakan untuk mengobati klaudikasio intermiten (nyeri akibat sirkulasi darah yang tidak lancar).

Dosis & Cara Penggunaan Antiplat

Antiplat termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

Dosis pemberian: 2 tablet diminum 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Antiplat

Efek samping penggunaan Antiplat yang mungkin terjadi adalah:

  • Ruam kulit
  • Jantung berdebar
  • Takikardi (detak jantung cepat)
  • Panas dan kemerahan pada wajah
  • Sakit kepala, pusing
  • Mual, muntah
  • Diare sembelit

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan indikasi:

  • Gagal jantung kongestif (dengan derajat atau keparahan apa pun), riwayat takikardia ventrikel, fibrilasi atau denyut ektopik ventrikel multifokal, takiaritmia berat; angina pektoris tidak stabil, infark miokard atau intervensi koroner dalam 6 bulan terakhir; interval QTc yang berkepanjangan, predisposisi perdarahan yang diketahui (misalnya tukak peptik aktif, stroke hemoragik baru-baru ini, retinopati diabetik proliferatif, hipertensi yang tidak terkontrol) atau perdarahan aktif atau tidak terkontrol.
  • Ginjal berat (CrCl ≤25 mL / menit) dan gangguan hati sedang atau berat.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Penggunaan bersama dengan ≥2 antiplatelet atau antikoagulan tambahan (misalnya aspirin, clopidogrel, heparin, warfarin, dabigatran, rivaroxaban atau apixaban).

Interaksi Obat

  • Peningkatan konsentrasi serum jika diberikan bersamaan dengan penghambat CYP3A4 yang kuat atau sedang (misalnya eritromisin, ketokonazol, itrakonazol, diltiazem) atau CYP2C19 (misalnya omeprazol, flukonazol, tiklopidin).
  • Peningkatan konsentrasi serum substrat CYP3A4 (misalnya lovastatin, simvastatin, atorvastatin) atau substrat CYP3A4 lainnya dengan indeks terapeutik yang sempit (misalnya cisapride, halofantrine, pimozide, alkaloid ergot).
  • Berpotensi Fatal: Meningkatnya risiko perdarahan bila digunakan bersamaan jika diberikan bersamaan dengan antiplatelet atau agen antikoagulan (misalnya aspirin, clopidogrel, heparin, warfarin, dabigatran, rivaroxaban atau apixaban).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Antiplat ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Sakit kepala parah, diare, tekanan darah rendah, detak jantung cepat, gangguan irama jantung.
  • Penatalaksanaan: Perawatan suportif. Lakukan lavage lambung atau dimuntahkan seperlunya untuk mengosongkan isi perut. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait