Sukses

Pengertian Antimo Anak

Antimo Anak adalah obat yang mengandung dimenhidrinat sebagai zat aktifnya. Antimo Anak di gunakan untuk membantu mengatasi mual, muntah, dan mabuk perjalanan yang diderita jika bepergian dengan menggunakan kendaraan bermotor, kapal, kereta api atau pesawat udara. Antimo Anak memiliki dua varian rasa, yaitu strawberry dan jeruk.

Keterangan Antimo Anak

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Antiemetik
  • Kandungan: Dimenhidrinat 12,5 mg/ 5 mL
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan penjualan: Sachet
  • Kemasan: Box, 10 Sachet @ 5 mL
  • Farmasi: Phapros

Kegunaan Antimo Anak

Antimo Anak di gunakan untuk membantu mencegah dan mengatasi mual atau muntah, dan membantu mencegah mabuk perjalanan pada anak.

Dosis & Cara Penggunaan Antimo Anak

Cara Penggunaan Antimo Anak adalah sebagai berikut:

  • Anak usia 2-6 tahun: di berikan 1-2 sachet setiap 6-8 jam jika perlu, tidak lebih dari 150 mg sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Antimo Anak

Efek samping penggunaan Antimo Anak yang mungkin terjadi adalah:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Gangguan koordinasi (terutama pada anak-anak)
  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Sembelit
  • Gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, diare 

Kontraindikasi
Sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita alergi terhadap Dymenhydrinate.

Interaksi Obat
Beberapa obat mungkin bereaksi dengan Antimo Anak, yaitu:

  • Sodium oxybate (GHB) karena peningkatan durasi tidur dan penurunan kemampuan bernapas yang mungkin terjadi.
  • Inhibitor MAO (misalnya phenelzine) karena efek samping yang serius, seperti tekanan darah tinggi atau kejang, dapat terjadi.
  • Antibiotik yang dapat menyebabkan masalah pendengaran (misalnya, gentamisin, vankomisin) karena Dimenhydrinate dapat menyembunyikan gejala masalah pendengaran.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Antimo Anak ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Mengantuk, halusinasi, delirium parah, gejala ekstrapiramidal, muntah, vertigo, kejang, koma, depresi pernapasan.
  • Penatalaksanaan: induksi mual dan muntah atau melakukan lavage lambung dalam waktu 3 jam setelah konsumsi. Berikan oksigen dan mulai pernapasan dengan bantuan mekanis pada depresi pernapasan. Pemberian vasopresor dapat digunakan untuk mengobati hipotensi. Berikan diazepam untuk kejang atau fenobarbital (5-6 mg / kg berat badan) pada pasien anak. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait