Sukses

Pengertian Anitid

Anitid adalah obat yang mengandung Ranitidine sebagai zat aktifnya. Anitid digunakan untuk mengatasi meningkatnya produksi asam lambung yang menjadi penyebab penyakit maag. Selain itu obat ini digunakan untuk membantu mengatasi penyakit refluks gastro-esofagus (asam lambung mengalir kembali dari perut ke saluran cerna). Anitid bekerja dengan menekan produksi asam lambung.

Keterangan Anitid

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antasid, Obat Antirefluks & Antiulserasi
  • Kandungan: Ranitidine HCl 50 mg/2 mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan penjualan: Ampul
  • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 2 mL
  • Farmasi: Bernofarm.

Kegunaan Anitid

Anitid digunakan untuk mengatasi peningkatan kadar asam lambung, tukak lambung, tukak duodenum dan mencegah perdarahan saluran pencernaan akibat ulserasi stres.

Dosis & Cara Penggunaan Anitid

Anitid termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Injeksi Intravena (melalui pembuluh darah) / Injeksi Intramuskular (melalui otot)
    • Tukak lambung dan duodenum jinak: diberikan dosis 50 mg disuntikkan melalui pembuluh darah/ otot atau diberikan dosis 25 mg / jam melalui infus intermiten tiap 6-8 jam.
    • Mencegah aspirasi asam selama anestesi umum: diberikan dosis 50 mg disuntikkan melalui otot/ pembuluh darah secara lambat diberikan 45-60 menit sebelum induksi anestesi.
  2. Injeksi Intravena (melalui pembuluh darah)
    • Kondisi hipersekresi: diberikan dosis 1 mg / kg berat badan/ jam melalui infus, dosis dapat ditingkatkan dengan dosis 0,5 mg / kg berat badan / jam setelah 4 jam, sesuai kebutuhan.
    • Mencegah perdarahan gastrointestinal akibat ulserasi stres: diberikan dosis 50 mg disuntikkan melalui pembuluh darah lambat sebagai dosis utama, dilanjutkan dengan infus kontinu 0,125-0,25 mg / kg berat badan/ jam. Gantikan terapi oral secepat mungkin.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Anitid

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit kepala, pusing, mengantuk, insomnia (kesulitan tidur).
  • Vertigo (sakit kepala yang berputar-putar), agitasi atau kegelisahan.
  • Depresi mental, halusinasi.
  • Sembelit, mual dan muntah, perut tidak nyaman.
  • Nyeri ruam kulit termasuk urtikaria (biduran), makulopapular (bintik-bintik atau benjolan kecil kemerahan pada kulit) dan/atau pruritus (gatal pada seluruh bagian tubuh.
  • Kehilangan libido (gairah seksual).

Kontraindikasi
Sebaiknya tidak digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat porfiria akut.

Interaksi Obat

  • Penyerapan yang tertunda dan peningkatan konsentrasi serum puncak dengan bromida propantheline.
  • Menghambat metabolisme hepatik antikoagulan seperti kumarin, teofilin, diazepam dan propanolol.
  • Dapat mengubah penyerapan obat tergantung pH (tingkat keasaman) misalnya ketoconazole, midazolam dan glipizide.
  • Mungkin mengurangi bioavailabilitas (kecepatan zat aktif dalam suatu produk obat yang mencapai kadar optimum dalam darah) dengan antasida.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Anitid ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Efek samping sementara serupa dengan yang dialami dengan dosis normal, selain itu, kelainan gaya berjalan dan hipotensi.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif dengan mengeluarkan obat yang tidak terserap dari saluran pencernaan. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait