Sukses

Pengertian Angisis

Angisis adalah obat yang mengandung Nystatin, diproduksi oleh PT. Bernofarm. Angisis diindikasikan untuk pengobatan infeksi jamur, seperti kandidiasis usus dan kandidiasis oral. Obat ini memiliki mekanisme kerja mengganggu permeabilitas dinding sel dengan mengikat sterol, terutama ergosterol, dalam membran sel jamur, sehingga memungkinkan kebocoran isi sel jamur.

Keterangan Angisis

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur
  • Kandungan: Nystatin 100.000 Unit
  • Bentuk: Drop (sirup tetes)
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, Botol @ 12 ml
  • Farmasi: Bernofarm.

Kegunaan Angisis

Angisis digunakan untuk pengobatan infeksi jamur seperti kandidiasis usus dan kandidiasis oral.

Dosis & Cara Penggunaan Angisis

Angisis termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dan resep dokter.

  • Kandidiasis oral
    Dewasa: 100.000 U 4 x sehari. Lanjutkan penggunaan selama 48 jam setelah penyembuhan klinis untuk mencegah kekambuhan.

    Bayi dan anak: Sama seperti dosis orang dewasa. Untuk profilaksis/pencegahan (pada bayi yang lahir dari ibu dengan vagina kandidiasis): 100.000 U x sehari.

  • Kandidiasis usus
    Dewasa: 500.000 atau 1.000.000 U 3-4 x sehari. Profilaksis/pencegahan: 1.000.000 U setiap hari.

    Bayi dan anak: 100.000 U 4 x sehari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 20-25˚C.

Efek Samping Angisis

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah gangguan saluran pencernaan, iritasi mulut, mual, muntah, diare, mialgia (nyeri sendi) nonspesifik; pembengkakan wajah, ruam, urtikaria (biduran), takikardia (detak jantung cepat), bronkospasme (pengetatan otot-otot yang melapisi bronkus), pembengkakan wajah.

Kontraindikasi:
Hipersensitif terhadap Angisis.

Interaksi obat:
Hindari pemberian pada pasien gangguan metabolisme gula, seperti penderita gangguan penyerapan glukosa-galaktosa, intoleransi fruktosa, dan insufisiensi sukrosa-isomaltase.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Angisis ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait