Sukses

Pengertian Angioten

Angioten adalah obat yang mengandung Losartan sebagai zat aktifnya. Angioten digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Losartan yang terkandung dalam Angioten bekerja dengan memberikan efek vasodilator (melebarkan pembuluh darah) dan mencegah sel otot berkontraksi, sehingga tekanan darah menjadi turun.

Keterangan Angioten

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antihipertensi, Antagonis Angiotensin II
  • Kandungan: Losartan 50 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Kalbe Farma

Kegunaan Angioten

Angioten digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi (ringan sampai sedang), dapat juga digunakan untuk penderita nefropati diabetik (kerusakan jaringan ginjal akibat penyakit diabetes), dan penderita gagal jantung.

Dosis & Cara Penggunaan Angioten

Angioten termasuk dalam golongan obat keras sehingga penggunaan Angioten harus dikonsultasikan dahulu kepada dokter. Aturan penggunaan:

  1. Hipertensi
    • Dosis pemberian: 1 tablet perhari. Dosis bersifat individual dan dapat ditingkatkan menjadi 2 tablet diminum 2 kali sehari sesuai dengan respons klinis.
  2. Pasien dengan deplesi volume intravaskuler
    • Dosis awal: diberikan dosis 25 mg perhari.
  3. Nefropati diabetik pada diabetes melitus tipe 2
    • Dosis awal: 1 tablet perhari. Dosis dapat ditingkatkan samapi dengan 2 tablet perhari, tergantung pada respon tekanan darah.
  4. Gagal jantung
    • Dosis awal: diberikan dosis 12,5 mg perhari. Dosis maksimal: (3 tablet) 150 mg setiap hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Angioten

Efek samping penggunaan Angioten yang mungkin terjadi adalah:

  • Penurunan tekanan darah yang signifikan
  • Sakit kepala, pusing
  • Mual, muntah
  • Diar, sembelit
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Telinga berdenging

Kontraindikasi
Angioten sebaiknya tidak digunakan pada kondisi:

  • Penggunaan bersamaan dengan produk yang mengandung aliskiren pada pasien dengan diabetes mellitus atau gangguan ginjal (GFR <60 mL / menit).
  • Penderita gangguan hati berat.
  • Kehamilan (trimester ke-2 hingga ke-3).

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan resiko hipotensi, hiperkalemia, dan nefrotoksisitas (keracunan pada ginjal) bila digunakan bersamaan dengan ACE-inhibitor atau aliskiren.
  • Dapat meningkatkan efek hipotensi bila digunakan dengan obat antihipertensi lainnya.
  • Konsentrasi plasma menurun bila digunakan bersamaan dengan rifampisin dan flukonazole.
  • Dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal dan dapat menurunkan efek hipotensi bila digunakan bersamaan dengan obat golongan OAINS (Obat Anti Inflamasi Non Steroid).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Angioten ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Overdosis

  • Gejala: Hipotensi (tekanan darah rendah), takikardia (detak jantung cepat), bradikardia (dapat terjadi akibat stimulasi parasimpatis).
  • Penatalaksanaan: Pengobatan suportif dan simptomatik. Prioritaskan stabilisasi fungsi jantung. Pemberian arang aktif dan pemantauan ketat terhadap parameter vital dapat dilakukan. Perbaiki parameter vital, jika perlu. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait