Sukses

Pengertian Angeliq

Angeliq adalah obat yang mengandung Estradiol dan Drospirenone. Angeliq digunakan untuk membantu mencegah kondisi-kondisi pasca menopause. Pada masa menopause, kadar hormon estrogen seorang wanita pada umumnya akan rendah, sehingga lebih berisiko mengalami vaginitis atrofi atau kekeringan vagina, serta osteoporosis.

Keterangan Angeliq

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Estrogen dan Progesteron serta Preparat Sintetiknya
  • Kandungan: Estradiol 1 mg, Drospirenone 2 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 28 Tablet
  • Farmasi: Bayer Weimar GMBH/ Bayer Indonesia

Kegunaan Angeliq

Angeliq digunakan untuk terapi sulih hormon dalam pengobatan sindrom klimakterik pada wanita pasca menopause, meliputi gejala vasomotor, gangguan tidur, gangguan suasana hati, depresi, gugup dan membantu mencegah osteoporosis pada wanita pasca menopause.

Dosis & Cara Penggunaan Angeliq

Angeliq termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

Dosis pemberian: 1 tablet per hari selama 28 hari berikan bersama makanan. Telan utuh, jangan dikunyah atau dihancurkan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Angeliq

Efek samping penggunaan Angeliq yang mungkin terjadi adalah:

  • Nyeri atau rasa penuh pada perut
  • Mual, muntah
  • Sakit kepala, depresi, emosi labil, gelisah. 
  • Neoplasma (tumbuhnya jaringan yang abnormal) payudara jinak, pembesaran payudara
  • Pembesaran fibroid uterus
  • Keluar cairan dari genital

Kontraindikasi
Sebaiknya tidak digunakan pada pasien untuk kondisi di bawah ini:

  • Pasien yang hipersensitif.
  • Penderita kanker peka hormon seks, kanker payudara (saat ini atau baru-baru ini), tumor hati.
  • Penderita gangguan ginjal dan hati.
  • Kehamilan.

Interaksi Obat:

  • Dapat meningkatkan tingkat ALT (lebih 5 kali dari batas atas normal) dengan penggunaan ombitasvir, paritaprevir, ritonavir dan dasabuvir secara bersamaan dengan atau tanpa ribavirin.
  • Dapat meningkatkan perdarahan terobosan atau kegagalan kontrasepsi dengan penginduksi CYP (Barbiturat, bosentan, carbamazepine, fenitoin, primidon, rifampisin, ritonavir, nevirapine, efavirenz).
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma dengan penghambat CYP3A4 yang kuat (Ketoconazole, verapamil, macrolides, diltiazem).
    Konsentrasi plasma variabel dengan inhibitor protease HIV dan inhibitor transkriptase non-nukleosida.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma siklosporin. Dapat menurunkan konsentrasi lamotrigin dalam plasma.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Angeliq ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Artikel
    Penyakit Terkait