Sukses

Pengertian Anfuhex

Anfuhex adalah obat anti jamur yang mengandung Ketoconazole. Anfuhex bekerja dengan merusak membran sel jamur. Anfuhex biasanya digunakan untuk mengobati tinea corporis (kurap), tinea cruris (gatal di area selangkangan), tinea manus (kurap di area tangan), tinea pedis (kutu air) dan tinea (pityriasis) versicolor (Panu). Anfuhex tersedia dalam 2 bentuk sediaan, diantaranya tablet dan krim. Anfuhex tablet digunakan ketika infeksi tidak dapat diobati secara topikal (penggunaan krim atau salep) dan apabila letak infeksi tidak di permukaan kulit.

Keterangan Anfuhex

1. Anfuhex Krim

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas
  • Kelas Terapi: Antijamur
  • Kandungan: Ketoconazole 2 %
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Box, Tube @ 5 gram
  • Farmasi: Kalbe Farma/ Hexpharm

2. Anfuhex Tablet

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur
  • Kandungan: Ketoconazole 200 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Hexpharm

Kegunaan Anfuhex

Anfuhex digunakan untuk mengobati infeksi jamur, seperti tinea corporis (kurap), tinea cruris (gatal di area selangkangan), tinea manus (kurap di area tangan), tinea pedis (kutu air) dan tinea (pityriasis) versicolor (panu).

Dosis & Cara Penggunaan Anfuhex

Anfuhex termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Aturan penggunaan Anfuhex Tablet
    • Dewasa: 1 tablet, diminum 1 kali sehari pada waktu makan. Apabila tidak ada reaksi dengan dosis ini, dosis ditingkatkan menjadi 2 tablet perhari.
    • Anak dengan berat badan kurang dari 15 kg: 20 mg, diminum 3 kali sehari pada waktu makan.
    • Anak dengan berat badan 15 – 20 kg: ½ tablet, diminum 1 kali sehari pada waktu makan.
    • Anak dengan berat badan lebih dari 30 kg: sama dengan dosis orang dewasa.
  2. Aturan penggunaan Anfuhex Krim
    • Oleskan Anfuhex krim sebanyak 1-2 kali sehari pada bagian kulit yang terinfeksi. Lama pengobatan untuk tinea versicolor: 2 - 3 minggu; tinea corporis: 3 - 4 minggu; tinea pedis: 4 - 6 minggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Anfuhex

Efek samping penggunaan Anfuhex yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual dan muntah, sakit perut
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Pusing, sakit kepala
  • Insomnia (susah tidur)
  • Sediaan topikal: gatal, iritasi, rasa terbakar, dan reaksi alergi.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang hipersensitif terhadap ketoconazole.
  • Tidak boleh diberikan bersamaan dengan substrat CYP3A4 (misalnya cisapride, dofetilide, dronedarone, quinidine, disopyramide, pimozide, sertindole, mizolastine, lurasidone, quetiapine, methadone, ranolazine, eplerenone, halofantrine, triazolam, alprazolam, midolimazipine, triazolam, alprazolam, midolimazipine, paritaprevir / ombitasvir, saquinavir / ritonavir), HMG-CoA reduktase (misalnya simvastatin, lovastatin), alkaloid ergot (misalnya ergotamine, ergometrine); colchicine, telithromycin, clarithromycin, fesoterodine dan solifenacin.
  • Penderita gangguan hati akut atau kronis.
  • Kehamilan (dengan sindrom Cushing) dan menyusui.

Interaksi Obat

  • Peningkatan risiko hiperkalemia dan hipotensi jika diberikan bersamaan dengan eplerenon.
  • Peningkatan risiko hepatotoksisitas dan perpanjangan interval QTc jika diberikan bersamaan dengan telitromisin dan klaritromisin.
  • Peningkatan risiko edema dan gagal jantung kongestif jika diberikan bersamaan dengan felodipine dan nisoldipine.
  • Peningkatan risiko kerusakan hati jika diberikan bersamaan dengan parasetamol.
  • Dapat mengurangi absorpsi jika diberikan bersamaan dengan antasida, antimuskarinik, PPI, antagonis reseptor H2.
  • Dapat menurunkan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan penginduksi CYP3A4 (misalnya rifampisin, rifabutin, karbamazepin, fenitoin, isoniazid, nevirapine, mitotane).
  • Dapat meningkatkan tingkat serum jika diberikan bersamaan dengan penghambat CYP3A4 (misalnya darunavir dan fosamprenavir yang dikuatkan dengan ritonavir).
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma buprenorphine, alfentanil, fentanyl, oxycodone, digoxin, apixaban, warfarin, cilostazol, repaglinide, praziquantel, saxaliptin, isavuconazole, eletriptan, buspirone, aripiprazole, reboxitolina, risperamidone (IV) verapamil, aliskiren, bosentan, domperidone, naloxegol, ciclosporin, budesonide, deksametason, flutikason, sildenafil, vardenafil, cinacalcet, ibrutinib, busulfan, docetaxel, vinca alkaloid (misalnya vincristine, vinblastine).
  • Dapat meningkatkan risiko perpanjangan interval QTc jika diberikan bersamaan dengan haloperidol, salmeterol, ebastine, pasireotide dan tolterodine.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Anfuhex ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Anfuhex Tablet: Tanda-tanda insufisiensi adrenal, misalnya: mual parah, muntah, anoreksia, lemas, kelelahan parah.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Dapat dilakukan tindakan lavage lambung dalam 1 jam pertama setelah konsumsi. Pertimbangkan pemberian arang aktif. Jika terjadi insufisiensi adrenal, berikan hidrokortison dengan infus saline dan glukosa. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait