Sukses

Pengertian Anesfar

Anesfar merupakan sediaan injeksi yang mengandung zat aktif Midazolam. Anesfar adalah obat yang diberikan sebelum operasi atau tindakan medis. Anesfar digunakan untuk mengatasi rasa cemas, membuat pikiran dan tubuh menjadi rileks, serta menimbulkan rasa kantuk dan tidak sadarkan diri. Anesfar bekerja dengan cara meningkatkan efek penghambatan GABA pada rangsangan neuron dihasilkan oleh peningkatan permeabilitas membran neuron terhadap ion Cl, yang menghasilkan hiperpolarisasi (keadaan yang kurang bersemangat) dan stabilisasi. Sehingga, cara kerja obat ini memperlambat kerja otak dengan memberikan efek sedatif atau tenang.

Keterangan Anesfar

  • Golongan: Psikotropika.
  • Kelas Terapi: Hipnotik dan Sedatif.
  • Kandungan: Midazolam 5 mg/mL; Midazolam 1 mg/mL.
  • Bentuk: Injeksi.
  • Satuan penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Ampul @ 3 mL.
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Kegunaan Anesfar

Anesfar digunakan sebagai induksi anestesi, sedasi dasar sebelum intervensi diagnostik atau bedah, sedasi lokal.

Dosis & Cara Penggunaan Anesfar

Penggunaan Anesfar harus dengan resep Dokter. Dosis penggunaan Anesfar secara umum adalah:

  • Intra Muskular Premedikasi sebelum operasi dewasa 0.07-0.1 mg per kg BB. Lanjut usia dan pasien dalam kondisi lemah fisik 0.025-0.05 mg per kg BB diberikan 30 menit sebelum induksi anestesi.
  • Intra Vena Sedasi basal Awal 2.5 mg 5-10 menit sebelum operasi . Sakit berat Awal 1-1.5 mg. Induksi anestesi dan sedasi 10-15 mg.

Efek Samping Anesfar

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Anesfar, antara lain:
1. Linglung
2. Angioedema
3. Pusing
4. Reaksi alergi obat.
5. Hipotensi
6. Mual
7. Muntah
8. Gangguan koordinasi tubuh.
9. Mulut kering.
10. Konstipasi.

Kontraindikasi
Sebaiknya tidak digunakan pada pasien untuk kondisi di bawah ini
1. Hipersentivitas terhadap benzodiazepin.
2. Riwayat glaukoma sudut sempit akut.
3. Pemberian intratekal atau epidural.
4. Bayi prematur.

Interaksi Obat
1. Efek sedatif sentral yang ditingkatkan dari neuroleptik, obat penenang, antidepresan, obat pengantar tidur, analgesik, anestesi.
2. Potensiasi dengan alkohol, eritromisin, ketokonazol, itrakonazol, diltiazem, verapamil, simetidin, inhibitor enzim hati.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Anesfar ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait