Sukses

Pengertian Andalan Laktasi

Andalan Laktasi adalah sediaan kontrasepsi oral yang mengandung zat aktif Linestrenol. Kontrasepsi oral ini dapat dikonsumsi ole ibu menyusui, karena hormon progestin yang tidak mengganggu produksi dan kualitas ASI. Andalan Laktasi bekerja dengan cara menghambat penetrasi sperma ke dalam rahim, sehingga rahim tidak siap untuk pembuahan (kehamilan). Disarankan penggunaan Andalan Laktasi (Pil KB) dikonsumsi setelah makan menjelang tidur malam hari dan pastikan jadwal minum Andalan Laktasi dipatuhi untuk mengurangi flek. Jangan hentikan penggunaan Andalan Laktasi agar perlindungan terhadap pencegahan kehamilan tetap terjaga.

Keterangan Andalan Laktasi

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kontrasepsi Oral.
  • Kandungan: Linestrenol 0.5 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 30 Amplop @ 1 Strip @ 28 Tablet.
  • Farmasi: PT. Sydna Farma.

Kegunaan Andalan Laktasi

Andalan Laktasi digunakan sebagai kontrasepsi oral dosis rendah untuk ibu menyusui.

Dosis & Cara Penggunaan Andalan Laktasi

Andalan Laktasi termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

Dosis anjuran: 1 tablet setiap hari pada jam yang sama. Diberikan sesudah makan. Dapat segera diminum setelah masa nifas selesai. 

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Andalan Laktasi

Efek samping penggunaan Andalan Laktasi yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan saluran pencernaan
  • Perubahan nafsu makan atau berat badan
  • Retensi cairan
  • Rdema, ruam, urtikaria (gatal biduran)
  • Depresi mental
  • Nyeri payudara
  • perubahan libido
  • Sakit kepala, migrain
  • Perubahan siklus menstruasi, perdarahan menstruasi tidak teratur

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan indikasi:

  • Perdarahan pervagina yang tidak terdiagnosis
  • Penderita gangguan tromboemboli vena aktif atau penyakit arteri berat
  • Penderita gangguan hati
  • Penderita tumor yang tergantung progestogen
  • Penderita porfiria
  • Kehamilan

Interaksi Obat

  • Peningkatan metabolisme dan penurunan efektivitas obat jika diberikan bersamaan dengan agen penginduksi enzim misalnya karbamazepin, griseofulvin, fenobarbital, fenitoin, dan rifampisin.
  • Penyesuaian dosis antidiabetik mungkin diperlukan.
  • Berpotensi Fatal: Dapat meningkatkan kadar plasma dan toksisitas ciclosporin.
Artikel
    Penyakit Terkait