Sukses

Pengertian Ancla

Ancla adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, saluran cerna, kulit dan jaringan lunak. Ancla mengandung kombinasi antara Amoxicillin (antibiotik golongan ß-laktam) dan asam klavulanat (penghambat enzim ß-laktamase). Penggunaan Ancla yang tidak tepat tujuan dan dosis dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten (kebal) terhadap obat ini dan dapat menyebabkan penurunan efektifitas obat ini.

Keterangan Ancla

  1. Ancla Forte
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik.
    • Kandungan: Amoxicillin Trihidrat 250 mg, Kalium Klavulanat 62.5 mg Per 5 ml.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: 1 Botol @60 mL.
    • Farmasi: Meprofarm.
  2. Ancla Tablet

    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antibiotik.
    • Kandungan: Amoxicillin Trihidrat 500 mg, Kalium Klavulanat 125 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: 1 Strip @6 Tablet.
    • Farmasi: Meprofarm.

Kegunaan Ancla

Ancla digunakan untuk mengobati infeksi saluran nafas, kulit dan jaringan, saluran kemih, tulang dan sendi, serta infeksi lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan Ancla

Ancla termasuk dalam golongan obat keras. Sehingga penggunaan Ancla harus sesuai dengan petunjuk Dokter.

  1. Ancla Sirup Forte
    • Anak usia < 12 tahun: 25-50 mg/ kg berat badan/ hari tergantung pada beratnya infeksi.
    • Anak usia 7-12 tahun: 3 kali 1 sendok takar sehari
    • Anak usia 2-7 tahun: 3 kali 1/2 sendok takar sehari .
    • Anak usia 9 bulan-2 tahun: 3 kali 1/4 sendok takar sehari.
  2. Ancla Tablet
    • Infeksi ringan sampai sedang: 3 kali sehari ½ tablet.
    • Infeksi berat: 3 kali sehari 1 tablet.

Cara Penyimpanan

  • Ancla Tablet, Kapsul, dan Sirup Kering: Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.
  • Ancla Sirup Kering yang sudah dilarutkan: Simpan pada suhu 2-8 derajat Celcius.

Efek Samping Ancla

Efek samping penggunaan Ancla yang mungkin terjadi adalah:

  • Efek samping antibiotik ini yang paling umum adalah mual, muntah, ruam, dan antibiotik kolitis.
    Efek samping yang jarang terjadi misalnya perubahan mental, sakit kepala ringan, insomnia (sulit tidur), kebingungan, kecemasan, kepekaan terhadap cahaya dan suara.
  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
  • Gatal pada kulit
  • Kemerahan pada kulit

Kontraindikasi

  • Obat ini sebaiknya tidak digunakan pada pasien hipersensitif atau alergi terhadap penisilin.
  • Riwayat reaksi hipersensitif langsung yang parah terhadap agen β-laktam lainnya (misalnya Sefalosporin, karbapenem, atau monobaktam),
  • Riwayat Hepatitis (penyakit kuning kolestatik / disfungsi hati) yang terkait dengan amoksisilin dan terapi asam klavulanat.

Interaksi Obat

  • Probenesid dapat meningkatkan konsentrasi plasma antibiotik..
  • Allopurinol dapat terjadinya alergi atau hipersensitivitas meningkat.
  • Antibiotik ini kemungkinan bisa mengurangi khasiat kontrasepsi hormon estrogen / progesteron oral.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Ancla ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Efek gastrointestinal (misalnya sakit perut atau perut, muntah, dan diare), ruam, hiperaktif, mengantuk, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, kristaluria yang mengakibatkan gagal ginjal, dan kejang (pada pasien dengan gangguan ginjal).
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Fokus pada keseimbangan air / elektrolit. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait