Sukses

Pengertian Amiosin

Amiosin adalah obat yang berfungsi untuk mengobati infeksi bakteri gram negatif dalam tubuh. Bakteri gram negatif dapat diklasifikasikan seperti Pseudomonas spp, Escheria coli. Amiosin ini terbuat dari bahan Amikacin sulfat. Kandungan Amikacin sendiri yang berperan sebagai obat antibiotik aminoglikosida (kelompok antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri aerob gram-negatif) semi sintetis yang berasal dari kanamisin. Obat ini mampu membunuh dan menghambat perkembangan bakteri dalam tubuh.

Keterangan Amiosin

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik.
  • Kandungan: Amikacin Sulfat 1 gram/4 mL ; Amikacin 250 mg/2 mL ; Amikacin 500 mg/2 mL.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial 4 mL ; Vial 2 mL.
  • Farmasi: PT Dexa Medica.

Kegunaan Amiosin

Amiosin digunakan dalam terapi jangka pendek untuk infeksi tingkat lanjut terhadap bakteri yang sensitif terhadap kandungan amikacin.

Dosis & Cara Penggunaan Amiosin

Penggunaan Amiosin harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Amiosin adalah:

  1. Melalui injeksi intramuskular untuk pasien neonatus:
    • Dosis awal adalah 10 mg/kg BB/hari dilanjutkan dengan 7.5 mg/kg BB/12 jam. Dosis maksimum adalah 15 mg/kg BB/hari atau 1.5 g/hari. Durasi penggunaan obat adalah 7 sampai 10 hari.
  2. Melalui infus intravena untuk pasien bayi:
    • Dosis umum adalah 500 mg dalam 100-200 mL larutan NaCl 0.9% atau larutan glukosa 5% diberikan selama 1-2 jam.
  3. Melalui infus intravena untuk pasien anak-anak:
    • Dosis umum adalah 500 mg dalam 100-200 mL larutan NaCl 0,9% atau larutan glukosa 5% diberikan selama 30-60 menit.
  4. Melalui infus intravena untuk pasien dewasa:
    • Dosis umum adalah 500 mg dalam 100-200 mL larutan NaCl 0.9% atau larutan glukosa 5% diberikan selama 30-60 menit.

Efek Samping Amiosin

Efek samping yang mungkin terjadi ketika menggunakan Amiosin adalah:

  • Neurotoksisitas (gangguan yang terjadi pada sistem syaraf yang terjadi karena efek samping dari konsumsi obat-obatan).
  • Ototoksisitas (gangguan yang terjadi pada alat pendengaran yang terjadi karena efek samping dari konsumsi obat-obatan).
  • Nefrotoksisitas (gangguan yang terjadi pada ginjal yang terjadi karena efek samping dari konsumsi obat-obatan).
  • Parestesia atau ujung jari kesemutan.
  • Ruam pada kulit.
  • Rasa sakit kepala, kantuk dan demam.
  • Mual dan muntah serta tremor (tangan sering gemetar).
  • Anemia dan hipotensi (tekanan darah rendah).
  • Apnea (gangguan tidur yang berpotensi serius ketika napas berhenti dan berlanjut berulang kali).
  • Artralgia (nyeri sendi).
  • Paralisis muskular (kelumpuhan otot) akut.
  • Eosinofilia atau sel kelebihan darah putih, dianjurkan pasien untuk mengetahui penyebab kelebihan sel darah putih.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Amiosin pada pasien yang memiliki indikasi hipersensitif terhadap amikasin atau golongan aminoglikosida lainnya.

Interaksi Obat
Di bawah ini adalah interaksi obat Amiosin jika digunakan secara bersamaan dengan obat lain :

  • Penggunaan secara bersamaan dengan obat diuretik yang terbagi menjadi etakrinat, furosemid, dan manitol dapat mengakibatkan reaksi obat tidak bekerja dengan baik dan dapat meningkatkan resiko ototoksisitas.
  • Penggunaan secara bersamaan dengan obat amfoterisin B, obat sidofovir, cisplatin, polimiksin B, tobramisin, bacitracin, golongan sefalosporin dapat mengakibatkan kinerja obat tidak dapat berjalan secara optimal dan meningkatkan resiko kerusakan ginjal dan pendengaran.
  • Penggunaan secara bersamaan dengan obat kolistin dapat mengakibatkan kinerja obat tidak dapat berjalan secara optimal dan meningkatkan resiko kerusakan ginjal dan hati.
  • Penggunaan secara bersamaan dengan rifampin dan rifabutin dapat menurunkan efektivitas obat sehingga menghambat proses menghambat perkembangan bakteri.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Amiosin ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait