Sukses

Pengertian Amiodarone

Amiodarone adalah obat antiaritmia yang berkhasiat untuk mengatasi irama jantung yang tidak stabil. Pengobatan menggunakan Amiodarone merupakan langkah lanjutan apabila obat antiaritmia lain tidak memberikan efek yang signifikan. Amiodarone bekerja dengan menghambat signal listrik tertentu di jantung yang menyebabkan irama jantung menjadi tidak normal. Dengan menggunakan amiodarone, denyut jantung penderita aritmia diharapkan menjadi stabil.

Keterangan Amiodarone

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Jantung
  • Kandungan: Amiodarone
  • Bentuk: Tablet ; Ampul
  • Satuan Penjualan: Strip ; Ampul
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet ; Box, 5 Ampul @ 3 mL ; Box, 6 Ampul @ 3 mL
  • Farmasi: Darya Varia; Ethica; Pratapa Nirmala; Novell.

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Cordarone, Kendaron, Azoran.

Kegunaan Amiodarone

Amiodarone digunakan untuk mengatasi irama jantung yang tidak stabil.

Dosis & Cara Penggunaan Amiodarone

Amiodarone termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dan resep dokter.

  • Intravena
    Pulseless ventricular fibrillation (VF) atau pulseless vetricular tachycardia (VT)
    - Dewasa: Dosis awal adalah 300 mg atau 5 mg/kgBB, dengan injeksi cepat.Dosis lanjutan adalah 150 mg atau 2.5 mg/kgBB.
    - Lansia: Dimulai dengan dosis lebih rendah dibanding dosis dewasa.

    Aritmia ventrikel atau supraventrikel
    - Dewasa: Dosis awal adalah 5 mg/kgBB, selama 20-120 menit. Dapat diulang jika diperlukan, dengan dosis maksimal 1200 mg per hari.
    - Lansia: Dosis akan dikurangi dari dosis dewasa.

  • Tablet
    Aritmia ventrikel atau supraventrikel
    - Dewasa: Dosis awal adalah 200 mg, 3 kali sehari, untuk satu minggu. Dosis selanjutnya dapat dikurangi menjadi 200 mg, 2 kali sehari.Dosis pemeliharaan adalah kurang dari 200 mg per hari.
    - Lansia: Dosis akan dikurangi dari dosis dewasa.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 20-25°C. Lindungi dari kelembaban, cahaya, dan panas yang berlebihan.

Efek Samping Amiodarone

Efek Samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Amiodarone adalah:
- Peningkatan kadar SGOT dan SGPT
- Gangguan fungsi hati
- Lemas
- Tidak nafsu makan
- Sembelit
- Hipotensi (kondisi ketika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg)
- Sakit kepala
- Pusing
- Gangguan daya ingat
- Sensitif terhadap cahaya
- Gangguan tidur
- Hipotiroidisme (kelainan akibat kekurangan hormon tiroid).

Kontraindikasi:
Hindari mengonsumsi amiodarone jika memiliki riwayat gangguan kelenjar tiroid, hipotensi berat, bradikardia, syok kardiogenik, dan gangguan pernapasan

Interaksi obat:

  • Dapat meningkatkan kadar amiodarone dalam darah jika digunakan dengan cimetidine.
  • Dapat menurunkan kadar amiodarone dalam darah jika digunakan dengan rifampicin atau phenytoin.
  • Dapat meningkatkan kadar ciclosporin, clonazepam, digoxin, phenytoin, procainamide, simvastatin, dan warfarin dalam darah.
  • Dapat meningkatkan risiko bradikardia jika digunakan dengan obat penghambat beta (beta blocker) atau antagonis kalsium.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Amiodarone ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis:
Gejala overdosis Amiodarone yaitu hipotensi, sinus bradikardia, syok kardiogenik, takikardia ventrikel, torsades de pointes (gangguan irama jantung), blok AV, kegagalan sirkulasi, hepatotoksisitas. Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan simtomatik dan suportif (oleh tenaga medis).

Artikel
    Penyakit Terkait