Sukses

Pengertian Aminosteril

Aminosteril merupakan salah satu larutan steril berisi nutrisi parenteral (diberikan bukan melalui mulut tetapi melewati pembuluh darah) yaitu Asam amino 5 % dan 10% yang diberikan pada pasien yang tidak mampu menyerap nutrisi melalui saluran pencernaan karena muntah terus-menerus, diare akut, dan penyakit usus serta pemberian sebelum atau setelah operasi kemoterapi yang membuat mual dan muntah. Pemberian larutan nutrisi ini berguna agar kebutuhan nutrisi dan nitrogen tetap seimbang dan optimal.

Keterangan Aminosteril

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Nutrisi Parenteral.
  • Kandungan: Tiap 500 mL mengandung Asam asetat, Glycine, L-Alanine, L-Arginine, L-Histidin, L-Isoleusin, L-Leusin, L-Lysine Acetate, L-Metionin, L-Ornitin, L-Aspartat, L-Fenilalanin, L-Proline, L -Serine, L-Threonine, L-Tryptophan, L-Valine, N-Acetyl-L-Tyrosine, Taurin.
  • Bentuk: Infus 6% ; Infus 10%
  • Satuan penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 500 mL.
  • Farmasi: PT Fresenius Combiphar.

Kegunaan Aminosteril

Aminosteril digunakan untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbangan Nitrogen pada pasien yang kekurangan asupan Protein terutama pada pasien dengan pemberian per oral atau mulut tidak dimungkinkan serta sebelum atau sesudah operasi kemoterapi.

Dosis & Cara Pengunaan Aminosteril

Penggunaan Aminosteril harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Aminosteril sebagai berikut :

  • Dosis: 1-2 gram/kg berat badan/hari.

Efek Samping Aminosteril

Efek samping yang mungkin terjadi selama pemberian Aminosteril, antara lain:

  1. Mual, muntah.
  2. Menggigil, sakit kepala.
  3. Kemerahan pada kulit atau reaksi hipersensitif yang lain jarang dilaporkan dan pemberian harus dihentikan bila ditemukan tanda-tanda seperti diatas.
  4. Pemberian dosis besar dan cepat : Asidosis (penumpukan asam darah) bisa terjadi setelah pemberian Aminosteril Infus dalam dosis besar dan cepat.


Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Aminosteril ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait