Sukses

Pengertian Aminofusin L-600

Aminofusin L-600 adalah nutrisi yang diberikan secara parenteral/intravena (melalui pembuluh darah). Tiap 500 mL Aminofusin L-600 mengandung asam amino 5% dengan karbohidrat, elektrolit dan vitamin. Sediaan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, protein, dan elektrolit yang di butuhkan oleh pasien yang tidak memungkinkan atau di kontraindikasikan dengan pemberian nutrisi melalui oral atau enteral (proses memberikan makanan dengan menggunakan alat bantu).

Keterangan Aminofusin L-600

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Nutrisi Parenteral
  • Kandungan: Asam Amino 5%, Karbohidrat, Elektrolit, Vitamin
  • Bentuk: Cairan Intravena (Infus)
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, Botol 500 mL
  • Farmasi: Finusolprima Farma Internasional/ Kalbe Farma

Kegunaan Aminofusin L-600

Aminofusin L-600 digunakan sebagai nutrisi untuk memenuhi kebutuhan protein, elektrolit, energi, vitamin dan air.

Dosis & Cara Penggunaan Aminofusin L-600

Aminofusin L-600 termasuk ke dalam golongan Obat keras sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan dokter.

  • Gunakan infus set dengan sistem minidrop (60 tetes = 1 g ± 0,1 g) atau pengatur infus.
  • Pada neonatus: dosis standar 2,5 g asam amino (setara dengan 50 mL) per kg berat badan per hari. Kecepatan infus 2-5 mL/kg berat badan/jam atau 2-5 tetes/kg berat badan/menit jika menggunakan sistem minidrop.

Cara Penyimpanan
Simpan ditempat sejuk dan kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung.

Efek Samping Aminofusin L-600

Efek samping penggunaan Aminofusin L-600 yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual dan kemerahan.
  • Jika larutan asam amino diinfuskan secara cepat dapat terjadi gangguan ginjal.
  • Reaksi yang mungkin terjadi akibat teknik pemberian adalah infeksi di area injeksi, peradangan pembuluh darah di area injeksi.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Aminofusin L-600 pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien penyakit ginjal akut berat, ganggaun fungsi ginjal yang tidak diketahui
  • Hiperkalemi (kadar kalium didalam darah lebih tinggi dari kadar normal)
  • Iintoleransi fruktosa dan sorbitol
  • Keracunan methyl alcohol
  • Gangguan metabolisme asam amino
Artikel
    Penyakit Terkait