Sukses

Pengertian Amikacin

Amikacin adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit infeksi bakteri terutama bakteri gram negatif. Amikacin termasuk jenis obat antibiotik golongan aminoglikosida. Antibiotik ini bekerja dengan cara menghambat proses pembentukan protein bakteri.

Keterangan Amikacin

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Amikacin 125 mg/mL; Amikacin 500 mg/Vial
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 2 mL.
  • Farmasi: Dexa Medica; Ethica; Mahakam Beta Pharma.
  • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Verdix, Mikasin, Mikaject, Amiosin, Alostil, Glybotic, Simikan.

Kegunaan Amikacin

Amikacin digunakan sebagai pengobatan jangka pendek pada infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri baik gram negatif dan positif, antara lain: septikemia (termasuk sepsis neonatal), infeksi saluran pernafasan yang serius, infeksi tulang dan sendi, infeksi sistem saraf pusat (termasuk meningitis), infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi intraabdominal (termasuk peritonitis), infeksi pada luka bakar, infeksi pasca operasi (termasuk pasca bedah vaskular), infeksi saluran kemih yang mengalami komplikasi dan rekuren.

Dosis & Cara Penggunaan Amikacin

Amikacin termasuk dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan dokter.

  1. Infeksi berat gram negatif
    • Dosis pemberian: diberikan dosis 15 mg / kg berat badan/ hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi. Maksimal: 1,5 g / hari. Disuntikkan melalui injeksi intravena (pembuluh darah), atau melalui intramuskular (otot).
  2. Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi
    • Dosis pemberian: diberikan dosis 7,5 mg / kg berat badan/ hari dalam 2 dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Amikacin

Efek samping penggunaan Amikacin yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan sistem saraf
  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Hipotensi (Tekanan darah rendah)
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit
  • Mual dan muntah
  • Gemetar
  • Lemas
  • Demam

Kontraindikasi

  • Hipersensitif terhadap amikasin dan aminoglikosida lainnya.
  • Myasthenia gravis (Cepat lemah dan lelah pada otot-otot di bawah kontrol kesadaran)

Interaksi Obat

  • Efek aditif dengan agen neurotoksik, ototoksik atau nefrotoksik lainnya (Bacitracin, cisplatin, amphotericin B, ciclosporin, tacrolimus, cefaloridine, paromomycin, viomycin, polymyxin B, colistin, vancomogin, dan amin lainnya).
  • Toksisitas yang ditingkatkan bersama diuretik yang bekerja cepat (Furosemide, asam ethacrynic).
  • Peningkatan kadar kreatinin serum dengan sefalosporin.
  • Indometasin dapat meningkatkan konsentrasi plasma amikasin pada neonatus.
  • Peningkatan risiko hipokalsemia dengan bifosfonat.
  • Peningkatan risiko nefrotoksisitas dan kemungkinan ototoksisitas bersama senyawa platinum.
  • Meningkatnya risiko blokade neuromuskuler dan akibat resp depresi dengan anestesi atau pelemas otot (Ether, halothane, d-tubocurarine, succinylcholine decamethonium, atracurium, rocuronium, vecuronium).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Amikacin ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Gejala: Nefrotoksisitas (penyakit ginjal akibat paparan obat), ototoksisitas (gangguan pada fungsi pendengaran), blokade neuromuskuler, dan henti napas.
  • Penatalaksanaan: Dapat dilakukan tindakan dialisis peritoneal, hemodialisis atau hemofiltrasi arteriovenosa untuk menurunkan kadar serum amikasin. Pada bayi baru lahir, dilakukan tindakan transfusi tukar dapat dipertimbangkan. Blokade neuromuskuler dan henti napas dapat diobati dengan Ca ionik (misalnya sebagai glukonat atau laktobionat dalam larutan 10-20%). Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait