Sukses

Pengertian Amerol

Amerol adalah obat berbentuk tablet yang mengandung zat loperamide HCl 2 mg. Obat ini digunakan untuk membantu meredakan diare akut.

Amerol bekerja dengan cara membuat gerakan usus lebih lambat. Hal ini kemudian dapat membantu frekuensi buang air besar berkurang.

Penting untuk diperhatikan bahwa Amerol hanya digunakan untuk meredakan gejala, bukan mengobati penyebab utama dari diare.

Keterangan Amerol

Berikut adalah keterangan obat Amerol yang sebaiknya diketahui:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidiare.
  • Kandungan: Loperamide HCl 2 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 8 Tablet.
  • Farmasi: Tempo Scan Pacific.
  • Harga: -

Artikel Lainnya: Jenis-Jenis Diare yang Perlu Anda Tahu

Kegunaan Amerol

Amerol digunakan untuk membantu meredakan diare akut serta diare yang terjadi pada penderita penyakit radang usus.

Dosis & Cara Penggunaan Amerol

Amerol adalah obat keras yang memerlukan resep dokter.

  • Diare akut: dosis awal diberikan 2 tablet, kemudian diberikan 1 tablet setiap setelah buang air besar. Dosis maksimal: 8 tablet per hari.
  • Diare kronis: 2-4 tablet sehari, tergantung tingkat keparahan gangguannya. Diberikan dalam 2 dosis.

Jika setelah 48 jam belum ada perbaikan, hentikan konsumsi obat.

Cara Penyimpanan Amerol

Simpan pada suhu 20-25 °C, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Amerol

Efek samping yang dapat timbul selama penggunaan Amerol adalah:

  • Perut kembung.
  • Sembelit.
  • Selera makan berkurang
  • Nyeri perut.
  • Mual.
  • Muntah.

Artikel Lainnya: Apakah Diare Bisa Menular? Ini Fakta Medisnya

Overdosis

Penggunaan Amerol yang melebihi anjuran dosis dapat mengakibatkan beberapa gejala berikut:

  • Depresi sistem saraf pusat.
  • Depresi pernapasan.
  • Sembelit.
  • Retensi urine.
  • Serangan jantung.
  • Gangguan irama jantung ventrikel serius lainnya.
  • Interval QT dan perpanjangan kompleks QRS.
  • Torsades de pointes.

Kontraindikasi

Amerol tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi sebagai berikut:

  • Alergi terhadap komposisi obat.
  • Sembelit.
  • Sakit perut tanpa diare.
  • Perut kembung.
  • Tinja berdarah, atau berwarna gelap.
  • Anak-anak usia < 6 tahun, kecuali atas rekomendasi dokter.
  • Bayi usia < 24 bulan.

Artikel Lainnya: Anak Diare, Perlukah Diberikan Antibiotik?

Interaksi Obat

Penggunaan Amerol secara bersamaan dengan obat lain dapat memicu interaksi, misalnya: 

  • Meningkatkan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan ritonavir, quinidine, gemfibrozil, itraconazole, ketoconazole.
  • Dapat meningkatkan kadar desmopresin oral dalam plasma.
  • Dapat meningkatkan pemanjangan QTc dan aritmia ventrikel dari agen pemanjangan QT.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Obat berefek buruk pada janin hewan. Sementara, terkait risiko pada wanita hamil, belum ada studi yang cukup baik. 

Peringatan Menyusui

Tidak diketahui apakah didistribusikan dalam ASI. Gunakan dengan hati-hati dan konsultasikan kepada dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait