Sukses

Pengertian Amadiab

Amadiab adalah obat yang mengandung Glimepiride. Amadiab digunakan bersama program diet dan olahraga yang sesuai untuk membantu mengontrol kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Obat ini juga dapat dikombinasikan bersama obat diabetes lain yang memiliki kerja yang berbeda. Amadiab bekerja dengan membantu mengeluarkan insulin didalam tubuh. Insulin berguna membantu mengendalikan kadar gula di dalam darah dan merupakan sebuah hormon yang terbuat secara alami di dalam pankreas. Penderita diabetes melitus tidak dapat menggunakan insulin secara efektif atau tidak memiliki insulin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Keterangan Amadiab

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetik
  • Kandungan: Glimepiride 1 mg; Glimepiride 2 mg; Glimepiride 3 mg; Glimepiride 4 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Lapi.

Kegunaan Amadiab

Amadiab digunakan untuk mengontrol kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes melitus tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan Amadiab

Amadiab termasuk dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

  • Dosis awal: diberikan dosis 1 mg sehari, dosis dapat ditingkatkan 1 mg dengan jarak pemberian dosis awal selama 1-2 minggu sesuai respon.
  • Dosis pemeliharaan: 4 mg perhari. Maksimal dosis: 6 mg perhari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Amadiab

Efek samping penggunaan Amadiab yang mungkin terjadi adalah

  • Pusing
  • Mual
  • Sesak nafas
  • Tekanan darah menurun
  • Trombositopenia (penurunan jumlah platelet dalam darah di bawah batas minimal)

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan indikasi:

  • Hipersensitif terhadap Glimepiride
  • Diabetes tipe 1 atau diabetes yang tergantung insulin
  • Ketoasidosis diabetik
  • Gangguan ginjal dan hati berat

Interaksi Obat

  • Peningkatan efek hipoglikemik jika digunakan bersama dengan OAINS (misalnya fenilbutazon), insulin, antidiabetik oral (misalnya metformin), salisilat, fluoxetine, antibiotik (misalnya Kloramfenikol).
  • Penurunan efek hipoglikemik dengan estrogen, kontrasepsi oral, diuretik thiazide, glukokortikoid, turunan fenotiazin (misalnya klorpromazin), simpatomimetik (misalnya epinefrin, albuterol, terbutalin).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Amadiab ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah, nyeri uluhati, hipoglikemia (kadar gula darah kurang dari normal), gelisah, gemetar, gangguan penglihatan, gangguan koordinasi, mengantuk, koma, kejang.
  • Penatalaksanaan: Induksi muntah diikuti dengan pemberian limun dengan arang aktif dan Na sulfat untuk mencegah penyerapan. Dapat menggunakan lavage lambung jika tertelan dalam jumlah besar. Jika terjadi overdosis berat, berikan glukosa secara injeksi bolus IV 50 mL larutan 50% diikuti dengan infus larutan 10%.

 

Artikel
    Penyakit Terkait