Sukses

Pengertian Alphamol

Alphamol adalah obat yang mengandung paracetamol. Alphamol masuk ke dalam golongan obat antipiretik dan analgesik yang digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri. Alphamol mengurangi rasa sakit dengan cara menurunkan produksi zat dalam tubuh yang disebut prostaglandin. Prostaglandin adalah unsur yang dilepaskan tubuh sebagai reaksi terhadap kerusakan jaringan atau infeksi, yang memicu terjadinya peradangan, demam, dan rasa nyeri. Alphamol menghalangi produksi prostaglandin, sehingga rasa sakit dan demam berkurang.

Keterangan Alphamol

  1. Alphamol Kaplet
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Antipiretik dan Analgesik.
    • Kandungan: Paracetamol 600 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Box, 15 Strip @10 Tablet.
    • Farmasi: PT Molex Ayus.
  2. Alphamol Drop
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Antipiretik dan Analgesik.
    • Kandungan: Paracetamol 100 mg/ml.
    • Bentuk: Drops (sirup tetes).
    • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
    • Kemasan: Box, Botol @ 15 mL.
    • Farmasi: PT Molex Ayus.
  3. Alphamol Sirup
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Antipiretik dan Analgesik.
    • Kandungan: Paracetamol 120 mg/ 5 ml.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Box, Botol @ 60 mL.
    • Farmasi: PT Molex Ayus.

Kegunaan Alphamol

Alphamol diindikasikan untuk meredakan rasa sakit dan menurunkan demam.

Dosis & Cara Penggunaan Alphamol

Anjuran pengggunaan Alphamol:

  1. Alphamol Drops
    • Anak usia 3-6 tahun: 1.2 ml drops, diminum 3-4 kali sehari.
    • Anak usia 1-2 tahun: 0.6-1.2 ml drops, diminum 3-4 kali sehari.
    • Anak usia < 1 tahun: 0.6 ml drops, diminum 3-4 kali sehari.
  2. Alphamol Sirup
    • Anak usia 9-12 tahun: 3-4 sendok takar (15-20 ml), diminum 3-4 kali sehari.
    • Anak usia 6-9 tahun: 2-3 sendok takar (10-15 ml), diminum 3-4 kali sehari.
    • Anak usia 2-6 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml), diminum 3-4 kali sehari.
    • Anak usia 1-2 tahun: 1 sendok takar (5 ml), diminum 3-4 kali sehari.
    • Anak usia < 1 tahun: 1/2 sendok takar (2.5 ml), diminum 3-4 kali sehari.
  3. Alphamol Kaplet
    • Dewasa: 1 kaplet, diminum 3-4 kali sehari.
    • Anak usia 6-12 tahun: ½ kaplet, diminum 3-4 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Alphamol

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Alphamol, di antaranya:

  • Penurunan jumlah sel-sel darah.
  • Muncul ruam.
  • Terjadi pembengkakan, atau kesulitan bernapas karena alergi.
  • Tekanan darah rendah.
  • Jantung berdetak cepat (takikardia).
  • Kerusakan pada hati dan ginjal jika menggunakan obat ini secara berlebihan.


Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan indikasi:

  • Hipersensitif terhadap Paracetamol.
  • Gangguan hati berat atau penyakit hati aktif.

Interaksi Obat

  • Warfarin (obat yang biasanya digunakan untuk mencegah pembekuan darah).
  • Carbamazepine (obat yang biasanya digunakan untuk mengobati epilepsi).
  • Phenobarbital, phenytoin, atau primidone (obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengontrol kejang).
  • Colestyramine (obat yang biasanya digunakan untuk mengurangi rasa gatal pada gangguan ginjal).
  • Metoclopramide (obat yang biasanya digunakan untuk meredakan rasa mual dan muntah).
  • Imatinib atau busulfan (obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati kanker jenis tertentu.
  • Lixisenatide (obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi diabetes tipe 2).
  • Ketoconazole (salah satu jenis obat antijamur).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Alphamol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala overdosis Alphamol yang timbul adalah pucat, mual, muntah, anoreksia, sakit perut, asidosis metabolik, kelainan metabolisme glukosa. Setelah 12-48 jam konsumsi, dapat terjadi kerusakan hati, yang dapat menyebabkan ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia, hipotensi, edema serebral, aritmia jantung, dan pankreatitis.
  • Jika terjadi overdosis berikan arang aktif dalam waktu 1 jam konsumsi (oleh tenaga medis). Tentukan konsentrasi plasma Paracetamol ≥4 jam setelah konsumsi. Pemberian N-asetilsistein seacra intravena dapat digunakan hingga 24 jam setelah konsumsi (paling efektif jika diberikan dalam 8 jam). Sebagai alternatif, metionin oral juga dapat digunakan jika muntah tidak menjadi masalah.
Artikel
    Penyakit Terkait