Sukses

Pengertian Alostil

Alostil adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit infeksi bakteri terutama bakteri gram negatif. Alostil mengandung zat aktif Amikacin sulfate yang termasuk golongan obat antibiotik golongan aminoglikosida.

Keterangan Alostil

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Amikacin 250 mg/ml
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 10 Vial @ 2 mL
  • Farmasi: Darya Varia Laboratoria

Kegunaan Alostil

Alostil digunakan untuk mengobati infeksi bakteri gram negatif yang parah dan infeksi saluran kemih tanpa komplikasi.

Dosis & Cara Penggunaan Alostil

Alostil termasuk dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan dokter. Alostil diberikan dengan dosis sebagai berikut:

  1. Infeksi bakteri gram negatif yang parah
    • Diberikan dosis 15 mg / kg berat badan/ hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi. Maksimal dosis: 1,5 g perhari. Disuntikkan melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) atau intramuskular (melalui otot).
  2. Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi
    • Diberikan dosis 7,5 mg / kg berat badan/ hari dalam 2 dosis terbagi. Disuntikkan melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) atau intramuskular (melalui otot). 

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Alostil

Efek samping penggunaan Alostil yang mungkin terjadi adalah:

  • Neurotoksisitas termanifestasi sebagai ototoksisitas/gangguan pendengaran bilateral vestibular dan permanen, ruam kulit, demam obat, sakit kepala, parestesi (kesemutan), tremor (gemetaran), mual dan muntah, eosinofilia (tingginya rasio eosinofil di dalam plasma darah), artralgia (nyeri sendi), anemia (kekuranan darah), hipotensi (darah rendah), hypomagnesaemia (kondisi di mana kadar magnesium dalam tubuh rendah), ketika diberikan secara intravitreus.
  • Efek samping yang berpotensi fatal adalah nefrotoksisitas (penyakit ginjal atau disfungsi yang timbul sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari paparan obat-obatan, dan bahan kimia industri atau lingkungan), blokade neuromuskular dan kelumpuhan, dan kolitis (radang usus) yang disebabkan oleh Clostridium difficile.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan indikasi:

  • Pasien yang hipersensitif terhadap amikasin dan aminoglikosida lain.
  • Memiliki riwayat myasthenia gravis (melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot).

Interaksi Obat
Obat-obat dengan kandungan zat aktif Amikacin berinteraksi dengan obat-obat lain, diantaranya sebagai berikut:

  • Pemakaian bersamaan dengan sefalosporin dan antibiotik aminoglikosida lain (misalnya Gentamycin, tobramycin, neomycin, streptomycin) akan meningkatkan nefrotoksisitas (penyakit ginjal atau disfungsi yang timbul sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari paparan obat-obatan, dan bahan kimia industri atau lingkungan).
  • Memiliki efek aditif dengan obat-obat jenis neurotoxic (keracunan yang beraksi di sel saraf - neuron - biasanya dengan berinteraksi pada protein membran), ototoxic atau nefrotoksik (obat yang bersifat 'meracuni' atau mengganggu fungsi ginjal). lainnya (misalnya bacitracin, cisplatin, amphotericin B, ciclosporin, tacrolimus, cefaloridine, paromomycin, viomycin, polymyxin B, colistin, vancomycin, dan aminoglikosida lainnya).
  • Terjadi peningkatan toksisitas jika digunakan bersama dengan diuretik kuat (peluruh kemih) (misalnya furosemide, asam etakrilat, mannitol).
  • Terjadi peningkatan kadar kreatinin serum jika digunakan bersamaan dengan sefalosporin.
  • Indomethacin dapat meningkatkan konsentrasi plasma Alostil (Amikacin) pada neonatus.
  • Terjadi peningkatan risiko hipokalsemia (kadar kalsium dalam darah) jika digunakan bersamaan dengan bifosfonat.
  • Terjadi peningkatan risiko nefrotoksisitas dan kemungkinan ototoxicity jika digunakan dengan platinum compounds.
  • Peningkatan risiko blokade neuromuskular dan akibatnya terjadi depresi berat disertai pelepasan otot atau relaksasi otot (misalnya ether, halothane, d-tubocurarine, succinylcholine decamethonium, atracurium, rocuronium, vecuronium).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Alostil ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Gejala: Nefrotoksisitas (disfungsi ginjal), ototoksisitas, blokade neuromuskuler, dan henti napas.
  • Penatalaksanaan: Dapat diberikan tindakan dialisis peritoneal, hemodialisis atau hemofiltrasi arteriovenosa untuk menurunkan kadar serum amikasin. Pada bayi baru lahir, transfusi tukar dapat dipertimbangkan. Blokade neuromuskuler dan henti napas dapat diobati dengan aplikasi Ca ionik (misalnya sebagai glukonat atau laktobionat dalam larutan 10-20%). Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait