Sukses

Pengertian Alganax

Alganax adalah obat yang mengandung alprazolam. Alganax diindikasian pada pasien yang mengalami kegelisahan berlebihan atau gangguan panik dan agoraphobia (ketakutan yang ekstrem atau berlebihan terhadap ruang ramai atau tempat umum tertutup). Cara kerja Alganax yaitu dengan meningkatkan aktivitas zat kimia tertentu dalam tubuh, membatasi rangsangan berlebihan pada otak dan membiarkan otak mengembalikan keseimbangan alami.

Keterangan Alganax

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hipnotik dan Sedatif
  • Kandungan: Alprazolam 0.25 mg; Alprazolam 0,5 mg; Alprazolam 1 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 2 Strip @ 20 Tablet
  • Farmasi: Guardian Pharmatama

Kegunaan Alganax

Alganax digunakan mengobati anxiety (rasa gelisah berlebihan) dan ganggunan panik dengan atau tanpa agoraphobia (ketakutan yang ekstrem atau berlebihan terhadap ruang ramai atau tempat umum tertutup).

Dosis & Cara Penggunaan Alganax

Alganax termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Anxiety (gelisah yang berlebihan)
    • Dewasa: diberikan dosis 0.25-0.5 mg , diminum 3 kali sehari, Maksimal dosis 4 mg perhari dalam dosis terbagi.
  2. Untuk Gangguan Panik
    • Dosis awal: diminum 0.5-1 mg sebelum tidur malam atau 0.5 mg diminum 3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 1 mg perhari selama 3-4 hari.
    • Untuk pasien manula atau pasien dengan gangguan fungsi hati : diberikan dosis 0.25 mg, diminum 2-3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Alganax

Efek samping penggunaan Alganax yang mungkin terjadi adalah:

  • Mengantuk, insomnia (gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan untuk tidur)
  • Diskrasia darah (gangguan sel plasma darah)
  • Pusing, sakit kepala
  • Ketidakteraturan menstruasi
  • Kebingungan dan halusinasi, penglihatan kabur
  • Perubahan libido
  • Retensi urin (penumpukan urin pada kandung kemih)
  • Ataksia (pudarnya kemampuan koordinasi atas gerakan otot), amnesia (kondisi terganggunya daya ingat)
  • Ruam kulit
  • Tremor (getaran atau menggigil yang terjadi secara tidak sadar)
  • Gangguan saluran cerna (termasuk mual, muntah, diare maupun sembelit)
  • Hipotensi (tekanan darah rendah)

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan indikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap alprazolam.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit mistenia gravis (penyakit autoimun kronis yang menghasilkan kelemahan otot), glaukoma sudut sempit akut, insufisiensi paru (ketidakmampuan paru untuk bekerja) akut, fobia (rasa takut berlebihan) dan kondisi obsesif psikotik kronis, dan anak-anak dan bayi prematur.

Interaksi Obat

  • Efek depresan SSP yang meningkat jika diberikan bersamaan dengan ansiolitik atau sedatif lain, antipsikotik (neuroleptik), hipnotik, antidepresan, analgesik narkotika, obat antiepilepsi, anestesi, antihistamin sedatif.
  • Peningkatan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan penghambat CYP3A4 (misalnya nefazodone, fluvoxamine, simetidin, fluoxetine, propoxyphene, kontrasepsi oral, sertraline, paroxetine, diltiazem, isoniazid, antibiotik makrolida seperti eritromisin, klaritromisin).
  • Dapat meningkatkan metabolisme jika diberikan bersamaan dengan penginduksi CYP3A4 (misalnya ritonavir, karbamazepin). Dapat meningkatkan konsentrasi plasma digoksin.
  • Berpotensi Fatal: Meningkatkan efek depresan SSP dari opioid.
  • Meningkatkan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan penghambat CYP3A4 yang kuat (misalnya ketoconazole, itraconazole dan antijamur tipe azole lainnya).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Alganax ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Gejala: Mengantuk, kebingungan, koordinasi terganggu, refleks berkurang, koma dan kematian.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Induksi muntah dalam 1 jam setelah menelan Alganax jika pasien sadar atau pertimbangkan tindakan lavage lambung dengan jalan napas terlindungi jika pasien tidak sadar. Dapat diberikan arang aktif untuk mengurangi penyerapan jika tidak ada perbaikan kondisi pasien setelah dilakukan tindakan pengosongan lambung. Flumazenil dapat diberikan sebagai penawar. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait