Sukses

Pengertian Alermax

Alermax adalah obat yang digunakan untuk membantu menangani gejala akibat alergi.

Reaksi alergi cukup beragam, antara lain hidung tersumbat, mata berair, bersin, dan ruam kulit.

Pemicu alergi bermacam-macam, mulai dari debu, bulu hewan, makanan, serta serbuk sari. Untuk mencegah terjadinya alergi, kenalilah penyebab alergi yang dialami dan menghindarinya.

Artikel Lainnya: Mengenal Sindrom Skeeter, Reaksi Alergi Gigitan Nyamuk

Keterangan Alermax

Berikut adalah keterangan obat Alermax yang sebaiknya diketahui, mulai dari kandungan sampai harga:

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
  • Kelas Terapi: Antihistamin.
  • Kandungan: Chlorpheniramine maleate 4 mg.
  • Bentuk: Kaplet.
  • Satuan penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 10 amplop @ 1 Strip @ 10 Kaplet.
  • Farmasi: Ifars.
  • Harga: Rp 1.000 - Rp 3.000/ Strip.

Kegunaan Alermax

Fungsi obat Alermax adalah untuk mengatasi beberapa kondisi, seperti:

Artikel Lainnya: Ini Cara Tangkal Alergi Musiman

Dosis dan Cara Penggunaan Alermax

Aturan penggunaan Alermax adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 1-5 kaplet per hari dalam dosis terbagi.
  • Maksimum: 0,5 mg/kgBB per hari.

Cara Penyimpanan Alermax

Simpan di bawah 25 derajat Celsius dan terhindar dari paparan cahaya langsung.

Efek Samping Alermax

Efek samping yang dapat timbul selama penggunaan Alermax, antara lain:

  • Mual muntah.
  • Sembelit.
  • Diare.
  • Mengantuk.
  • Kelelahan.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Peningkatan nafsu makan.
  • Nyeri di area tengah atas perut.
  • Penglihatan kabur.
  • Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
  • Mulut kering.
  • Sesak di dada.
  • Tinnitus.
  • Euforia.

Artikel Lainnya: Kena Infeksi Bakteri tapi Alergi Antibiotik, Apa Solusinya?

Overdosis

Gejala kelebihan chlorphenamine maleate, antara lain:

  • Kejang-kejang.
  • Sedasi.
  • Psikosis toksik.
  • Sleep apnea.
  • Kolaps kardiovaskular selama aritmia.
  • Reaksi distonik.

Kontraindikasi

Sebaiknya Alermax tidak digunakan pada orang-orang dengan kondisi medis berikut:

  • Hipersensitif terhadap chlorpheniramine maleate.
  • Neonatus (bayi baru lahir hingga hari ke-28).

Artikel Lainnya: Hidung Berair, Akibat Sinusitis atau Alergi?

Interaksi Obat

Hindari penggunaan Alermax bersamaan dengan beberapa jenis obat berikut ini:

  • Obat-obatan psikotropika.
  • Alkohol.

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian yang dilakukan pada binatang tidak menunjukkan adanya risiko pada janin. Namun, pada wanita hamil, belum ada penelitian yang terkontrol.

Artikel
    Penyakit Terkait