Sukses

Pengertian Albendazole

Albendazole adalah obat untuk mengatasi infeksi larva cacing antara lain adalah sistiserkosis dan echinococcosis. Sistiserkosis merupakan suatu infeksi larva cacing pita yang hidup di babi dan seringkali menyerang otak, sedangkan echinococcosis adalah infeksi larva cacing yang hidup di anjing serta dapat menimbulkan kista pada hati dan paru-paru. Albendazole bekerja dengan merusak sel di usus cacing, sehingga cacing tidak dapat menyerap gula, serta kehabisan energi dan kemudian mati.

Keterangan Albendazole

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antelmitik
  • Kandungan: Albendazole 400 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 6 Tablet; Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Holi Pharma; Kimia Farma; Indofarma; Phapros.

Merk dagang yang beredar di Indonesia
Vermic

Kegunaan Albendazole

Albendazole digunakan untuk mengatasi infeksi akibat parasit cacing.

Dosis & Cara Penggunaan Albendazole

Albendazole termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Albendazole juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu. Aturan penggunaan Albendazole secara umum adalah sebagai berikut:

  • Kondisi: Echinococcosis (penyakit yang disebabkan oleh cacing pita parasit)
    • Dewasa: Berat badan hingga 60 kg: 15 mg/kgBB per hari, yang dibagi ke dalam 2 jadwal konsumsi. Dosis maksimal 800 mg per hari.
    • Dewasa: Berat badan >60 kg: 400 mg, 2 kali sehari.
    • Anak-anak: Dosis disamakan dengan dosis dewasa.
  • Kondisi: Sistiserkosis (infeksi jaringan yang disebabkan oleh bentuk larva)
    • Dewasa: Berat badan hingga 60 kg: 15 mg/kgBB per hari, yang dibagi ke dalam 2 jadwal konsumsi. Dosis maksimal 800 mg per hari. Durasi pengobatan 8-30 hari.
    • Dewasa: Berat badan >60 kg: 400 mg, 2 kali sehari. Durasi pengobatan 8-30 hari.
    • Anak-anak: Dosis disamakan dengan dosis dewasa.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, lindungi dari cahaya.

Efek Samping Albendazole

Penggunaan Albendazole berpotensi menyebabkan efek samping, seperti:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Vertigo (Sensasi berputar di dalam atau di luar kepala yang tiba-tiba, seringkali dipicu karena menggerakkan kepala terlalu cepat)
  • Meningitis ( radang selaput otak)
  • Tekanan intrakranial meningkat
  • Demam
  • Gangguan fungsi hati
  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah
  • Alopecia (Kebotakan).

Kontraindikasi
Sebaiknya tidak digunakan pada pasien dengan riwayat hipersensitif (reaksi berlebihan, tidak diinginkan karena terlalu senisitifnya respon imun (merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadang berakibat fatal) yang dihasilkan oleh sistem imun) pada albendazole, benzimidazoles, atau komponen apa pun dari formulasi obat ini.

Interaksi Obat
Berikut ini adalah interaksi yang dapat terjadi jika mengonsumsi Albendazole dengan obat lain:

  • Meningkatnya kadar albendazole dalam darah, jika dikonsumsi dengan dexamethasone dan cimetidine.
  • Menurunnya kadar albendazole dalam darah, jika dikonsumsi dengan carbamazepine, phenobarbital, dan phenytoin.
Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Albendazole ke dalam kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
Artikel
    Penyakit Terkait