Sukses

Pengertian Afrin Drop

Afrin Drop adalah obat tetes untuk melegakan saluran pernapasan pada anak-anak. Afrin Drop mengandung oxymetazoline HCl sebagai zat aktifnya.

Afrin Drop juga dapat membantu keluhan hidung tersumbat. Pemicu hidung tersumbat sendiri cukup beragam, di antaranya flu, sinusitis, atau alergi.

Artikel Lainnya: Cara Mengatasi Hidung Bayi yang Tersumbat

Keterangan Afrin Drop

Sebelum menggunakan Afrin Drop, ada baiknya membaca keterangan-keterangan obat di bawah ini:

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
  • Kelas Terapi: Dekongestan Nasal dan Preparat Nasal Lain.
  • Kandungan: Oxymetazoline HCl 0.25 mg/ mL.
  • Bentuk: Tetes Hidung.
  • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
  • Kemasan: Box, Botol @ 10 mL
  • Farmasi: Merck Sharp & Dohme Pharma.
  • Harga: Rp. 67.000 - Rp. 123.000/ Botol.

Kegunaan Afrin Drop

Afrin Drop digunakan untuk meringankan hidung tersumbat dan kanker nasofaring.

Artikel Lainnya: Pilek Tak Kunjung Sembuh, Mungkinkah si Kecil Sinusitis?

Dosis dan Cara Penggunaan Afrin Drop

Afrin Drop termasuk ke dalam golongan obat bebas terbatas. Penggunaan dapat dilakukan tanpa anjuran dari dokter, tetapi memerlukan perhatian khusus saat menggunakannya.

Obat diberikan dengan dosis sebagai berikut:

Teteskan 1-2 tetes ke dalam setiap lubang hidung. Lakukan sebanyak 2-3 kali sehari. Durasi pengobatan maksimal: 5-7 hari berturut-turut.

Cara Penyimpanan Afrin Drop

Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Afrin Drop

Efek samping yang bisa ditimbulkan dari penggunaan Afrin Drop, antara lain:

  • Bersin.
  • Mulut kering.
  • Hidung tersumbat yang makin parah.
  • Sakit kepala.
  • Sulit tidur.
  • Sensasi terbakar.
  • Mual.
  • Pusing.
  • Aritmia.

Artikel Lainnya: Jaga Anak dari Gangguan Pernapasan dengan Cukup Tidur

Overdosis

Gejala overdosis Afrin Drop, yaitu:

  • Demam.
  • Mual.
  • Jantung berdebar kencang.
  • Sesak napas.
  • Edema paru.
  • Aritmia.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Hilang kesadaran.

Hanya dokter dan tenaga kesehatan yang dapat melakukan penanganan pada gejala overdosis ini.

Artikel Lainnya: Batuk Pilek pada Anak Sering Berulang, Ini Pencegahannya

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Afrin Drop pada pasien dengan beberapa kondisi berikut:

  • Peradangan pada mukosa hidung.
  • Hypophysectomy trans-sphenoidal atau operasi hidung yang mengekspos duramater.
  • Pheochromocytoma (tumor langka pada kelenjar adrenal).

Interaksi Obat

Afrin Drop dapat berinteraksi dengan obat-obatan di bawah ini:

  • Kelompok obat MAOI atau monoamine oxidase inhibitors.
  • Kelompok obat agonis reseptor adregenik α1.

Kategori Kehamilan

Kategori C: Penelitian pada janin hewan telah menunjukkan adanya efek bahaya. Namun, penelitian serupa terhadap janin manusia masih terbatas.

Peringatan Menyusui

Tidak diketahui jika kandungan Afrin Drop dapat terserap ke dalam ASI.

Artikel
    Penyakit Terkait