Sukses

Pengertian Actilyse

Actilyse adalah obat yang digunakan untuk mengencerkan darah pada pasien infark miokardial akut (serangan jantung), emboli paru akut (penyumbatan arteri paru) yang disertai instabilitas hemodinamik (ketidakstabilan aliran peredaran darah), atau pasien stroke iskemik akut (stroke yang terjadi ketika pembuluh darah yang mengalir ke otak tersumbat).

Actilyse mengandung Alteplase yaitu protein yang bertanggung jawab pada pemecahan bekuan darah. Protein ini adalah enzim serine protease yang terdapat dalam sel endotel, sel yang mengelilingi pembuluh darah. Mekanisme aksi Alteplase adalah dengan cara mengaktifkan plasminogen yang terikat pada fibrin menjadi plasmin (enzim yang memecah bekuan darah). Hal ini menyebabkan terjadinya fibrinolisis (pecahnya salah satu agen pembeku darah yaitu fibrin dan terpecahnya trombus (bekuan fibrin).

Keterangan Actilyse

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat Antikoagulan, Antiplatelet dan Fibrinolisis
  • Kandungan: Alteplase 50 mg
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 50 mg + 1 Vial Pelarut @ 50 mL
  • Farmasi: Boehringer Ingelheim.

Kegunaan Actilyse

Actilyse digunakan untuk pengobatan trombolitik pada infark miokard akut, pengobatan trombolitik pada emboli paru akut dengan ketidakstabilan hemodinamik (diagnosis harus dikonfirmasikan bila memungkinkan dengan cara yang obyektif, misalnya angiografi paru atau prosedur non invasif misalnya pemindaian paru-paru. Tidak ada uji klinis mengenai mortalitas dan morbiditas yang terkait dengan emboli paru), pengobatan trombolitik pada stroke iskemik akut (pengobatan hanya boleh dilakukan dalam waktu 3 jam setelah timbulnya gejala stroke dan setelah dikeluarkannya perdarahan intrakranial dengan teknik pencitraan yang tepat).

Dosis & Cara Penggunaan Actilyse

Actilyse Vial termasuk ke dalam golongan obat keras. Pembeliannya wajib menggunakan resep Dokter. Konsultasilah terlebih dahulu kepada Dokter sebelum menggunakan obat ini karena dosis yang digunakan tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis yang diberikan untuk pasien infark miocardial yang pengobatannya dapat dimulai dalam waktu 6 jam setelah onset gejala:

  • Dosis awal: diberikan dosis 15 mg melalui injeksi intravena (pembuluh darah), kemudian diberikan dosis 50 mg melalui infus selama 30 menit pertama, dilanjutkan dengan dosis 35 mg melalui infus selama 60 menit sampai maksimal 100 mg.
  • Pasien dengan berat badan < 65 kg: awalnya diberikan dosis 15 mg melalui injeksi intravena (pembuluh darah) dan dosis 0,75 mg/kg berat badan selama 30 menit (maksimal 50 mg), dilanutkan dengan dosis 0,5 mg / kg berat badan melalui infus selama 60 menit (maksimal 35 mg).
  • Regimen dosis 3 jam: diberikan dosis 10 mg melalui injeksi intravena (pembuluh darah), kemudian diberikan dosis 50 mg melalui infus selama 1 jam, dilanjutkan dengan dosis 10 mg melalui infus selama 30 menit sampai dosis maksimal 100 mg selama 3 jam. Maksimal: 1,5 mg/kg berat badan.

Cara Penyimpanan

  • Actilyse serbuk: Simpan di bawah suhu 30 derajat Celcius.
  • Actilyse yang sudah dilarutkan dengan pelarut: telah terbukti stabil selama 24 jam pada suhu 2-8 derajat Celcius dan stabil selama 8 jam pada suhu 30 derajat Celcius.

Efek Samping Actilyse

Efek samping yang mungkin ditimbulkan dalam penggunaan Actilyse yaitu:

  • Hematoma superfisial atau ekimosis (pendarahan di bawah kulit), perdarahan gingiva, melaena (feses berwarna hitam), hematuria (eritrosit dalam urin), hemoptisis (batuk darah), dan epistaksis (mimisan).
  • Perdarahan mata dan perikardial (kelebihan cairan pada perikardium), ruam, urtikaria (biduran), bronkospasme (gangguan otot bronkus), angioedema (pembengkakan akibat alergi), dan pireksia (demam).
  • Perdarahan spontan yang parah (intrakranial, retroperitoneal, saluran pencernaan, saluran pernapasan, genitourinari), gagal jantung, edema paru, syok kardiogenik, henti jantung, aritmia reperfusi, sepsis, dan emboliasi kolesterol (kerusakan jaringan pembuluh darah akibat serpihan kolesterol yang menyumbat).

Kontraindikasi
Actilyse sebaiknya tidak digunakan untuk pasien dengan riwayat:

  • Gangguan pendarahan
  • Stroke berat
  • Diatesis hemoragik (kelainan pembuluh darah akibat kerapuhan pembuluh darah)
  • Perdarahan intrakranial (perdarahan di dalam tulang tengkorak)
  • Subaraknoid (perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah otak)
  • Aneurisma (pelebaran abnormal pada pembuluh nadi)
  • Hipertensi yang tidak terkontrol
  • Endokarditis (infeksi pada endokardium)
  • Pembedahan besar atau trauma signifikan dalam 3 bulan terakhir.
  • Gangguan hati berat

Interaksi Obat

  • Risiko perdarahan meningkat jika digunakan bersamaan dengan derivat coumarin, antikoagulan oral, penghambat agregasi trombosit, dan heparin yang tidak terfragmentasi.
  • Risiko reaksi anafilaksis meningkat jika digunakan bersamaan dengan ACE inhibitor (seperti Captopril, Enalapril).
  • Penggunaan bersama dengan glikoil trinitrat injeksi dapat menyebabkan terganggunya trombolisis.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Actilyse ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis
Spesifisitas fibrin relatif tidak menghambat penurunan yang signifikan secara klinis pada fibrinogen dan komponen koagulasi darah lainnya setelah overdosis. Dalam kebanyakan kasus, cukup menunggu regenerasi fisiologis faktor-faktor ini setelah terapi Actilyse dihentikan. Namun, jika terjadi perdarahan hebat, infus plasma beku segar atau darah segar dianjurkan dan jika perlu, antifibrinolitik sintetis dapat diberikan.

Artikel
    Penyakit Terkait