Sukses

PENGERTIAN ACIFAR

Acifar mengandung Acyclovir yang digunakan sebagai pengobatan antivirus untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan virus seperti Cacar Air (yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster) dan Herpes simpleks. Selain membantu mengobati cacar air, obat ini juga dapat membantu mengobati Shingles (Cacar Ular) yang disebabkan oleh Herpes Zoster. Acifar hanya membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus sehingga pengobatan Acifar untuk infeksi jamur dan bakteri tidak akan berhasil. Penyalahgunaan dan penggunaan Acifar yang tidak tepat dapat menyebabkan Virus menjadi resistensi (kebal terhadap pengobatan) dan menurunkan efektivitas kerja obat. Acifar terdiri dari 2 macam bentuk sediaan yaitu Kaplet dan Krim.

KETERANGAN ACIFAR

Acifar Kaplet

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antivirus
  • Kandungan: Acyclovir 200 mg. Acyclovir 400 mg.
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Ifars.
  • NIE Acifar 200 mg: DKL9709207204A1
  • NIE Acifar 400 mg: DKL0509207204B1.

Acifar Krim

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antivirus
  • Kandungan: Acyclovir 5%.
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Tube @ 5 Gram.
  • Farmasi: Ifars.
  • NIE: DKL9909209929A1.

KEGUNAAN ACIFAR

Acifar merupakan obat yang digunakan untuk membantu pengobatan infeksi herpes simpleks, pada kulit dan membran mukosa, mencegah infeksi herpes simpleks pada pasien dengan keadaan immunocompromised (gangguan sistem imun).

DOSIS & CARA PENGGUNAAN ACIFAR

Acifar termasuk dalam golongan obat keras, hanya bisa didapatkan dengan resep Dokter. Penggunaannya juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu.

Aturan penggunaan Acifar Kaplet
1. Dewasa

  • Pengobatan herpes simpleks: diminum 1 tablet 200 mg, 5 kali sehari dengan selang waktu 4 jam tanpa dosis malam hari selama 5 hari. Dapat ditingkatkan sampai dengan 400 mg perhari.
  • Terapi untuk mengurangi frekuensi kekambuhan herpes simpleks pada pasien dengan penurunan sistem kekebalan tubuh: diminum 4 kali sehari 1 tablet 200 mg dengan selang waktu 6 jam.
  • Pencegahan herpes simpleks pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh: diminum 1 tablet 200 mg, 4 kali sehari  dengan selang waktu 6 jam.
  • Pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh berat (sesudah transplantasi sumsum tulang) atau gangguan penyerapan dapat ditingkatkan sampai dengan 400 mg.
  • Herpes zoster: diminum 2 tablet 400 mg, 5 kali sehari  dengan selang waktu 4 jam tanpa dosis malam hari selama 5 hari.

2. Anak
Pengobatan herpes simpleks dan pencegahan herpes simpleks pada gangguan sistem kekebalan tubuh:

  • Anak lebih dari 2 tahun: sama dengan dosis dewasa.
  • Anak kurang dari 2 tahun: setengah dosis dewasa.

3. Pasien gangguan ginjal:

  • Pasien gangguan ginjal yang mengalami kekambuhan herpes simpleks, infeksi herpes simpleks primer/awal, pencegahan herpes simpleks pada pasien dengan penurunan sistem kekebalan tubuh (bersihan kreatinin < 10 mL per menit): diminum 2 kali sehari 1 tablet 200 mg dengan selang waktu 12 jam.
  • Pasien gangguan ginjal berat (bersihan kreatinin < 10 mL per menit) yang mengalami infeksi Herpes zoster, Varicella zoster: diminum 2 kali sehari 2 tablet 400 mg dengan selang waktu 12 jam.
  • Pasien gangguan fungsi ginjal sedang (bersihan kreatinin 10-25 mL per menit) yang mengalami infeksi Herpes zoster, Varicella zoster: diminum 3 kali sehari 2 tablet 400 mg.

Aturan penggunaan Acifar Krim
Oleskan 5 kali sehari setiap 4 jam tanpa pengobatan malam hari. Lama terapi 5 hari, dapat dilanjutkan hingga 10 hari.

EFEK SAMPING ACIFAR

Semua obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Acifar antara lain: ruam kulit, reaksi neurologis yang reversibel, gangguan saluran cerna seperti diare, sakit perut, mual, kembung, peningkatan bilirubin dan enzim hati, peningkatan kadar urea dan kreatinin darah, penurunan indeks hematologik, sakit kepala, rasa lelah.

Kontraindikasi
Hipersensitif terhadap Acyclovir.

Interaksi Obat
Waktu paruh dapat meningkat bila digunakan dengan Probenesid.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Acifar ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
“Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).”
Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Acifar selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait