Berita Terkini

Chiropractic: Apa dan Bagaimana?
1594 views

Chiropractic: Apa dan Bagaimana?Terdapat banyak sekali jenis praktik kesehatan keahlian di dunia. Ini juga tentunya dapat banyak ditemukan di Indonesia. Salah satunya adalah mengenai cabang kesehatan keahlian yang baru-baru ini namanya semakin mencuat yaitu Chiropractic.

Chiropractic sendirinya sebenarnya berarti “dikerjakan dengan tangan”. Secara menyeluruh, chiropractic ini bersangkutan dengan praktik manipulasi tulang belakang dengan gerakan dan hentakan yang tiba-tiba yang dikerjakan oleh seseorang yang terlatih, Walaupun manipulasi spinal sudah dikenal sejak era hipokrates, namun jenis chiropractic modern baru ditemukan pada tahun 1895 oleh DD Palmer. Sekolah ‎chiropractic yang pertama didirikan di Iowa USA, 2 tahun berikutnya yaitu pada tahun 1897.

Bentuk ilmunya sebenarnya berhubungan dengan diagnosis, pengobatan dan pencegahan gangguan sistem otot,tulang‎ & saraf (neuromuskuloskeletal). Prinsip yang harus dianut antara lain adalah holisme, vitalisme, naturalisme, konservatisme, rasionalisme kritis,, humanisme, dan etik.

Holisme yaitu prinsip yang melihat penanganan pasien secara menyeluruh. Vitalisme yang meyakini bahwa makhluk hidup memiliki entitas khusus yang membedakannya dengan makhluk tidak hidup. Naturalisme yang mempercayai bahwa dunia ini diatur oleh hukum natural, bukan supranatural. Konservatisme yang bertitik berat pada tradisi. Rasionalisme kritis yang berdasar pada pemikiran rasional yang kritis terhadap segala bentuk teori. Humanisme yang mendasarkan pada segala isu yang berhubungan dengan manusia. Dan, etik yang bertujuan untuk mengatur segal sesuatu dengan harmonis.

Pada praktiknya, seiring dengan menjamurnya Chiropractic sebagai salah satu pilihan praktik kesehatan keahlian maka perlu ada pendidikan/pelatihan yang jelas. Antara lain, WHO pada tahun 2005 sud‎ah pernah mengeluarkan WHO Guidelines on Basic Training and Safety in Chiropractic. Selain itu, pertauran-peraturan lainnya oleh Negara juga diperlukan untuk lebih jauh memberikan gambaran ruang lingkup yang jelas untuk praktisi dan juga masyarakat. Agar, jika memang diperlukan, maka petugas ‎chiropractic harus merujuk pasiennya sesuai keadaan pasiennya dan sesuai kebutuhan yang diperlukan oleh pasien tersebut.

Ditulis oleh:

tjandra yogaProf dr Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), DTM&H, MARS, DTCE

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Di‎rektur SEA Regional Office-WHO, New Delhi

Mantan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan serta Mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan.‎


Pilih Berdasarkan:

Kategori
Judul

Pilih Berdasarkan:

Kota
Judul

©2008-2016 Klikdokter. All rights reserved. Klikdokter does not provide medical advice, diagnosis or treatment. See additional information.

social media