Spinal stenosis merupakan penyempitan ruas tulang belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah gejala, seperti sakit leher, nyeri punggung, gangguan keseimbangan, lemah otot, mati rasa dan kesemutan di bagian tubuh tertentu.
Faktanya, stenosis spinal dapat menyebabkan saraf yang berada di sepanjang tulang belakang mengalami tekanan. Bahkan, pada kasus parah, kondisi ini dapat mengganggu perkemihan sehingga menyebabkan urgensi urine atau inkontinensia.
Mengingat kondisi tersebut, penting untuk memahami penyebab spinal stenosis guna membantu pengobatan.
Artikel Lainnya: Tips Pola Hidup Sehat untuk Pencegahan Osteoporosis
Berikut ini hal-hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya penyempitan tulang belakang:
1. Osteoartritis
:format(webp)/article/pbko9xybUvHsQpzTZpKyY/original/016779700_1591859085-Lutut-Sakit-Saat-Naik-Tangga-shutterstock_1080169544.jpg?w=256&q=100)
Osteoartritis merupakan peradangan sendi kronis akibat tulang belakang yang rusak. Peradangan tidak hanya menyebabkan sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak. Kondisi ini juga memicu penyempitan ruas tulang belakang alias spinal stenosis.
Osteoartritis merupakan penyebab umum terjadinya spinal stenosis.
2. Pertumbuhan Tulang Berlebih
Disampaikan dr. Theresia Rina Yunita, pertumbuhan tulang berlebih dapat menyebabkan spinal stenosis.
Pertumbuhan tulang berlebih dapat disebabkan oleh penyakit paget, yaitu gangguan proses regenerasi tulang. Selain itu, keberadaan tulang berlebih juga dapat dipicu kondisi kerusakan tulang belakang akibat osteoartritis.
“Kerusakan tersebut menyebabkan pembentukan tulang taji atau penonjolan tulang di bagian tepi. Pertumbuhan tulang ini lantas mempersempit ruang di tulang belakang, sehingga menyebabkan stenosis spinal,” jelas dr. There.
3. Herniasi Diskus
Penyebab spinal stenosis selanjutnya, yaitu herniasi diskus. Diskus itu sendiri merupakan cakram yang memisahkan ruas-ruas tulang belakang. Bagian ini berfungsi sebagai bantalan penyokong tulang belakang.
Ketika diskus mengalami herniasi (sobekan), komponen di dalamnya keluar dan menekan sumsum tulang belakang dan saraf. Kondisi ini dapat menyebabkan ruas tulang belakang menyempit.
Artikel Lainnya: Makanan untuk Menjaga Tulang Kuat
4. Penebalan Ligamen
:format(webp)/article/clvRwCfdpw8xReYNcsTUg/original/035036900_1551011526-5-Kebiasaan-yang-Berbahaya-bagi-Tulang-Belakang-By-MDGRPHCS-Shutterstock.jpg?w=256&q=100)
Ligamen merupakan jaringan berserat yang menghubungkan tulang di dalam tubuh. Jaringan berbentuk pita elastis ini dapat menebal dan kaku seiring waktu.
Penebalan ligamen bisa menyebabkan penyempitan ruas tulang belakang.
5. Tumor
Tumor merupakan benjolan yang muncul akibat pertumbuhan sel abnormal. Jika tumor tumbuh di dalam selaput yang menutupi sumsum tulang belakang, kondisi ini dapat menyebabkan stenosis spinal.
6. Cedera Tulang Belakang
Kecelakaan maupun jenis trauma yang berdampak pada fisik dapat menyebabkan dislokasi maupun patah tulang pada satu atau lebih tulang belakang.
Kondisi tersebut dapat merusak isi kanal tulang belakang. Pada gilirannya, cedera tulang belakang menyebabkan spinal stenosis.
Itu dia sederet penyebab spinal stenosis. Kondisi ini umumnya dialami orang berusia di atas 50 tahun. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala penyempitan ruas tulang belakang dan berusia lebih dari 50 tahun, segeralah berkonsultasi kepada dokter.
Ingin bertanya lebih lanjut mengenai kondisi tulang atau hal-hal lain seputar kesehatan? Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.
(NB/JKT)
Referensi
Mayo Clinic. Diakses 2021. Spinal Stenosis.
- Diakses 2021. Osteoartritis (OA).
:format(webp)/article/5iMsJ3cvl4zkjIDibwuHQ/original/020818000_1641212010-Penyebab_Spinal_Stenosis_yang_Mesti_Anda_Waspadai.jpg?w=256&q=100)