THT

Kenapa Alkohol Bisa Tingkatkan Risiko Radang Tenggorokan?

Aditya Prasanda, 08 Jan 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Radang tenggorokan usai minum alkohol merupakan hal yang umum terjadi. Ini penyebabnya menurut medis.

Kenapa Alkohol Bisa Tingkatkan Risiko Radang Tenggorokan?

Mengonsumsi alkohol merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko faringitis alias radang tenggorokan

Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami sejumlah gejala, seperti tenggorokan terasa nyeri dan gatal, kesulitan menelan, pembengkakan di area leher depan, hingga demam

Bagaimana efek minum alkohol menjadi penyebab radang tenggorokan? Simak penjelasan medis berikut.

1 dari 2

Penyebab Alkohol Bikin Radang Tenggorokan

Disampaikan dr. Reza Fahlevi, radang tenggorokan akibat efek samping alkohol disebabkan oleh zat kimia berbahaya yang terkandung di dalam minuman keras tersebut.

“Zat kimia dalam alkohol ini bersifat radikal bebas, sehingga dapat menyebabkan radang tenggorokan,” jelasnya.

Komponen kimia yang dimaksud yaitu asetaldehida. Berdasarkan jurnal Frontiers, asetaldehida merupakan senyawa kimia yang diperoleh dari proses oksidasi etanol alkohol di dalam tubuh.

Artikel Lainnya: Ketahui Kadar Alkohol di dalam Berbagai Jenis Minuman Keras

Ketika etanol alkohol melewati saluran pencernaan, zat ini diubah oleh enzim di dalam hati menjadi asetaldehida. 

Dalam dosis tinggi, asetaldehida bisa menjadi racun bagi tubuh. Pasalnya, senyawa ini merupakan radikal bebas yang dapat menyebabkan tubuh mengalami stres oksidatif (kerusakan sel akibat kadar radikal bebas lebih banyak dibandingkan antioksidan di dalam tubuh). 

Salah satu sel yang terdampak yaitu sel kekebalan. Efek asetaldehida menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah. Akibatnya tubuh rentan terinfeksi virus maupun bakteri penyebab radang tenggorokan.

Virus penyebab tenggorokan meradang di antaranya rhinovirus, Epstein-Barr, dan influenza. Adapun bakteri penyebab faringitis yaitu bakteri golongan Streptococcus.

Infeksi virus tersebut menyebabkan sejumlah gejala, seperti demam, tenggorokan nyeri dan gatal, suara parau, sulit menelan, mual dan muntah, maupun pembengkakan di bagian leher depan. 

Gejala radang tenggorokan akibat konsumsi alkohol biasanya muncul sekitar 2-5 hari pascainfeksi patogen. Apabila infeksinya meluas ke area tonsil (amandel), hal ini dapat memicu peradangan amandel.

Artikel Lainnya: Alasan Usia Di Bawah 21 Tahun Tidak Boleh Minum Alkohol

2 dari 2

Diperburuk oleh Dehidrasi

Kondisi radang tenggorokan dapat diperburuk oleh efek dehidrasi akibat minum alkohol. Pasalnya, alkohol bersifat diuretik, sehingga menyebabkan tubuh mengeluarkan cairan dari darah melalui urine. 

Bahkan, kemampuan diuretik alkohol jauh lebih cepat dibandingkan jenis cairan lainnya. 

Karena itu, orang yang mengonsumsi alkohol namun tidak minum cukup air dapat mengalami dehidrasi dengan cepat. Hal ini disebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil menyebabkan jumlah cairan di dalam tubuh berkurang.

Kondisi ini pada gilirannya dapat membuat selaput lendir yang melindungi tenggorokan mengering. Akibatnya, tenggorokan rentan mengalami gesekan yang menyebabkan nyeri dan memperparah peradangan.

Itu dia penyebab radang tenggorokan akibat bahaya alkohol. Selain menyebabkan peradangan, asetaldehida di dalam alkohol juga dapat menyebabkan kerusakan otak hingga memicu pertumbuhan sel kanker.

Demi menjaga kesehatan tubuh, konsumsilah minuman yang baik bagi kesehatan tubuh, seperti air putih maupun jus buah dan sayur tanpa banyak gula.

Ingin tahu info kesehatan lainnya? Download aplikasi KlikDokter. Anda juga bisa konsultasi ke dokter lebih mudah lewat di sini.

(FR/JKT)

Referensi:

Frontiers. Diakses 2021. Mystic Acetaldehyde: The Never-Ending Story on Alcoholism.

Very Well Health. Diakses 2021. Causes and Risk Factors of Sore Throat.

Healthline. Diakses 2021. Does Alcohol Dehydrate You?

Alcohol Rehab Help. Diakses 2021. Sore Throat After Drinking.

minuman beralkohol
Faringitis
Radang Tenggorokan