HomeInfo SehatReproduksiHati-Hati Perut Buncit Saat Menopause
Reproduksi

Hati-Hati Perut Buncit Saat Menopause

dr. Muhammad Isman S, 07 Jan 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Banyak perubahan yang terjadi saat menopause, salah satunya perut buncit. Mengapa ini terjadi?

Hati-Hati Perut Buncit Saat Menopause

Menopause menandakan akhir dari siklus menstruasi dan menyebabkan wanita tidak lagi dapat memiliki anak.

Selain itu, masa menopause juga identik dengan perubahan fisik, seperti berat badan naik dan perut buncit.

Kenaikan berat badan dan perut buncit saat menopause merupakan akibat dari semakin meningkatnya komposisi lemak di perut.

Walaupun umum terjadi, kondisi ini diiringi dengan berbagai risiko kesehatan ke depannya, seperti penyakit jantung dan stroke

Penyebab Perut Buncit setelah Menopause

Pada dasarnya, tubuh wanita lebih banyak mengandung lemak dibandingkan pria dengan berat badan yang sama-sama ideal.

Pada tubuh wanita, lemak disimpan lebih banyak di daerah pinggul dan paha. Sementara pada pria, lemak lebih banyak terdapat di area perut. Oleh karena itu, banyak pria yang memiliki perut buncit daripada wanita.

Namun saat wanita mengalami menopause, kadar hormon estrogen di dalam tubuh menurun drastis. Ini menyebabkan perubahan penyimpanan lemak di dalam tubuh wanita.

Lemak menjadi lebih banyak disimpan di dalam perut, daripada di pinggul dan paha. Inilah yang memicu terjadinya perut buncit setelah wanita menopause.

Artikel Lainnya: Perut Buncit, Keturunan atau Tidak?

Di samping itu, perubahan hormon esterogen juga memiliki hubungan dengan perubahan nafsu makan. Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa rusaknya penerima sinyal (reseptor) hormon estrogen pada otak membuat tikus makan lebih banyak. 

Studi lain menjelaskan adanya hubungan positif antara hormon estrogen dan hormon leptin—yang berfungsi untuk membakar kalori dan menekan nafsu makan. Dengan kata lain, semakin sedikit hormon estrogen dan leptin, semakin besar nafsu makan Anda.

Selain perubahan hormon, kenaikan berat badan dan perut buncit saat menopause juga disebabkan oleh faktor metabolisme.

Memasuki usia menopause, proses metabolisme tubuh semakin melambat. Hal itu membuat proses pembakaran energi menjadi lambat, yang membuatnya disimpan dalam bentuk lemak.

Apalagi, wanita cenderung menjadi semakin tidak aktif ketika sudah berusia tua. Pada wanita yang sudah menopause, pengeluaran energi saat tidur menurun 1,5 kali daripada wanita yang belum menopause.

Pemecahan lemak juga menurun sebanyak 32% pada wanita yang sudah menopause.

Bagaimana Solusinya?

Walaupun menopause tampaknya identik dengan peningkatan lemak di perut, Anda masih bisa mencegah munculnya masalah ini.

Beberapa jenis diet dan olahraga dapat mengatasi perut buncit selepas menopause. Berikut di antaranya:

  • Biasakan Konsumsi Makanan Sehat

Memasuki usia menopause, penting sekali untuk memperhatikan makanan apa yang Anda konsumsi. Biasakan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti yang berasal dari tanaman.

Konsumsilah sayuran, buah-buahan, makanan sumber serat dan protein, serta produk olahan susu rendah lemak.

Artikel Lainnya: Berbagai Jenis Plank untuk Meratakan Perut Anda

  • Hindari Konsumsi Gula Sederhana pada Minuman

Minuman manis merupakan salah satu kegemaran orang Indonesia. Namun jika Anda tidak ingin memiliki perut buncit saat menopause, hindari minuman jenis ini.

Bukan tanpa alasan, minuman manis biasanya mengandung gula sederhana yang tinggi sehingga bisa memicu kenaikan berat badan.

Jika masih ingin, Anda bisa menggantinya dengan pemanis buatan yang aman.

  • Kurangi Porsi Makanan Anda

Hampir semua jenis makanan mengandung kalori, tak terkecuali ketika makanan itu termasuk makanan yang sehat, seperti sayur dan buah.

Oleh sebab itu, Anda harus mulai mengurangi porsi makanan saat memasuki usia menopause untuk menghindari kelebihan jumlah kalori. Pasalnya, kalori yang tak terpakai akan disimpan dalam bentuk lemak.

  • Lakukan Olahraga Rutin

Dengan menurunnya aktivitas harian di masa menopause, Anda harus mengimbanginya dengan melakukan olahraga rutin.

Anda bisa melakukan olahraga ringan, seperti jalan cepat paling tidak 150 menit setiap minggunya atau olahraga agak berat seperti aerobik paling tidak 75 menit setiap pekan.

Anda juga bisa menghitung jejak langkah Anda setiap hari, yaitu 10.000 langkah untuk mempertahankan berat badan.

Secara keseluruhan, perubahan hormon saat menopause memang dapat menyebabkan perut buncit.

Kendati demikian, menjaga nafsu makan dan banyak beraktivitas dapat mencegah Anda memiliki perut buncit saat menopause.

Ingin konsultasi seputar panduan hidup sehat di masa menopause? Chat dengan dokter menggunakan fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[WA]

Perut BuncitWanitaMenopause

Konsultasi Dokter Terkait