Sukses

Manfaat BHA atau Beta Hydroxy Acid untuk Kulit

Ingin kulit cantik bebas sel-sel kulit mati? Skincare BHA bisa jadi pilihan kamu! Ketahui manfaat dan cara menggunakannya di sini.

Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan skincare mengandung BHA. Beta hydroxy acid (BHA) atau asam beta hidroksi sering digabungkan dengan alpha hydroxy acid (AHA) di dalam produk perawatan kulit wajah.  

Jika dikombinasikan, kegunaan BHA dan AHA bertindak sebagai eksfoliator, yakni mengangkat sel-sel kulit mati dan kotoran di wajah serta mendukung regenerasi kulit baru yang lebih sehat. 

Dalam ulasan kali ini, mari kita kupas tuntas dulu seputar BHA, mulai dari manfaat, cara menggunakan, hingga kemungkinan efek samping.

Apa Itu BHA?

Beta hydroxy acid adalah sejenis asam yang berasal dari kulit pohon willow, sweet birch, atau juga bisa didapat dari daun wintergreen. Asam salisilat atau salicylic acid (SA) adalah bentuk BHA yang paling umum dikenal.

Asam beta hidroksi umumnya cocok digunakan untuk kulit wajah yang berminyak, tapi kurang cocok untuk kulit kering karena sifatnya yang dapat membuat kulit kering. 

Kandungan BHA juga memiliki sifat antimikroba dan antibakteri yang berguna untuk mengobati kemerahan dan nyeri pada kulit. 

Menurut Jundishapur Journal of Natural Pharmaceutical Products, BHA bekerja paling baik dalam konsentrasi 1-2 persen dan pada pH 3-4.

Beta hydroxy acid dinilai baik digunakan untuk orang yang memiliki penyakit kulit rosacea. Namun, pastikan kamu konsultasi dengan dokter kulit sebelum menggunakan BHA pada kondisi rosacea.  

Selain berfungsi mengurangi kulit wajah berminyak, manfaat BHA juga dapat mengurangi komedo hitam dan putih yang sering muncul di sekitar hidung. 

Artikel lainnya: Bedanya Kandungan AHA, BHA, PHA Dalam Produk Skincare

Manfaat BHA untuk Kulit

Dijelaskan oleh dr. Devia Irine Putri, asam beta hidroksi memiliki fungsi utama yaitu sebagai exfoliant.

“BHA bekerja mengangkat sel kulit mati yang berada di lapisan kulit, sehingga membantu proses regenerasi kulit baru. Selain itu, dipercaya membantu mengurangi kerutan dan menghaluskan kulit,” ucap dr. Devia.

Kegunaan BHA juga cukup baik dalam mengurangi bintik-bintik pada kulit setelah setidaknya enam bulan penggunaan setiap hari. 

Berikut ini dua jenis BHA yang sering ditemukan di dalam produk kecantikan dan fungsinya:

1. Asam Salisilat

Asam salisilat adalah jenis BHA yang paling umum. Konsentrasinya dapat berkisar antara 0,5-5 persen, tergantung produknya. 

Manfaat salicylic acid terkenal sebagai obat jerawat, serta membantu menenangkan kemerahan dan peradangan di kulit.

2. Asam Sitrat

Asam sitrat atau citric acid memang lebih banyak diklasifikasikan sebagai AHA. Namun, beberapa formulasi asam sitrat juga termasuk BHA. 

Kandungan BHA dalam bentuk asam sitrat memiliki fungsi utama untuk mengurangi sebum (minyak) berlebih di wajah dan membersihkan sel-sel kulit mati di dalam pori-pori.

Cara Menggunakan Skincare BHA

Kandungan BHA dapat mudah ditemukan di dalam berbagai produk perawatan kulit, misalnya pelembap, sabun cuci muka, krim mata, toner, dan sebagainya. 

Untuk menggunakannya, disarankan kamu hanya memilih salah satu produk perawatan kulit yang mengandung BHA.

Mendapatkan manfaat BHA dalam bentuk pelembap mungkin lebih efektif dibanding sabun cuci muka. Karena, kandungan ini harus diserap terlebih dahulu ke dalam kulit untuk bekerja maksimal. 

Masing-masing produk skincare BHA dapat memiliki petunjuk pemakaian masing-masing. Jadi, jangan lupa teliti dulu sebelum memakainya pada wajah kamu, ya. 

Hati-hati pula kalau ingin mengoleskan AHA dan BHA dalam dua produk berbeda. Sebaiknya hindari menggunakan skincare eksfoliasi dalam waktu bersamaan demi menghindari risiko iritasi.

Artikel lainnya: Mau Eksfoliasi, Lebih Baik Pakai yang Chemical Atau Physical?

Efek Samping BHA

Penggunaan asam beta hidroksi dapat meningkatkan sensitivitas terhadap matahari. Kalau kamu menggunakannya, jangan lupa oleskan tabir surya yang mengandung perlindungan UVA dan UVB.

Meski begitu, BHA cenderung tidak mudah mengiritasi kulit bila dibandingkan AHA. Namun, kamu tetap perlu waspada akan risiko iritasi. Gejala iritasi bisa meliputi kemerahan, rasa terbakar, gatal, dan mungkin jaringan parut. 

Orang dengan kulit berwarna lebih gelap berisiko lebih tinggi mengalami perubahan pigmen jaringan parut jika menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung asam beta hidroksi.

Food and Drug Administration (FDA), Amerika Serikat, merekomendasikan tindakan pencegahan efek samping saat menggunakan produk mengandung BHA:

  • Menguji produk yang mengandung BHA pada area kecil di kulit (misal belakang telinga) sebelum dioleskan ke permukaan kulit secara menyeluruh
  • Mengikuti instruksi pada label produk dengan cermat
  • Hindari menggunakan produk BHA berlebihan dari yang direkomendasikan
  • Hindari penggunaan produk mengandung BHA pada bayi dan anak-anak
  • Lindungi kulit dari matahari saat menggunakan skincare BHA
  • Disarankan konsultasi dengan dokter kulit sebelum pakai produk BHA

Kalau kamu punya wajah berminyak, skincare BHA mungkin bisa menjadi salah satu andalan! Namun, hasil dan efektivitasnya dapat berbeda pada masing-masing pemakai. Selalu sesuaikan produk kecantikan dengan kondisi pribadi, ya.

Mau tahu tips skincare dan mengatasi jerawat yang aman? Download aplikasi KlikDokter, solusi untuk #JagaSehatmu!

(FR/JKT)

Referensi:

Skin Research and Technology. Diakses 2022. Clinical evidence on the efficacy and safety of an antioxidant optimized 1.5% salicylic acid (SA) cream in the treatment of facial acne: an open, baseline-controlled clinical study.

Food and Drug Administration Amerika Serikat. Diakses 2022. Beta Hydroxy Acids.

Jundishapur Journal of Natural Pharmaceutical Products. Diakses 2022. Hydroxy Acids, the Most Widely Used Anti-aging Agents.

Ditinjau oleh dr. Devia Irine Putri

0 Komentar

Belum ada komentar