Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Madu Bermanfaat untuk Asam Lambung? Ini Faktanya

Benarkah Madu Bermanfaat untuk Asam Lambung? Ini Faktanya

Madu dipercaya dapat mengobati asam lambung. Apakah medis sepakat dengan hal tersebut? Ini fakta soal manfaat madu untuk asam lambung.

Naiknya asam lambung dapat menyebabkan kamu merasakan sensasi terbakar di dada dan nyeri ulu hati. Selain itu, gejala penyakit asam lambung alias gastroesophageal reflux disease (GERD) juga menyebabkan nyeri kerongkongan dan kesulitan menelan.

Nah, beberapa orang meyakini bahwa gejala GERD bisa diredakan menggunakan madu. Manfaat madu untuk asam lambung disebut-sebut dapat meredakan peradangan pada  kerongkongan dan mengurangi risiko naiknya asam lambung.

Apakah medis sepakat dengan hal tersebut? Yuk, simak fakta madu buat asam lambung di bawah ini.

Artikel lainnya: Benarkah Gula atau Makanan Manis Sebabkan Asam Lambung Naik?

Menelusuri Manfaat Madu Sebagai Obat Penyakit Asam Lambung

Terdapat beberapa penelitian yang mengkaji soal khasiat madu sebagai obat penyakit asam lambung. Salah satunya dipublikasikan melalui Indian Journal of Medical Research.

Berikut beberapa manfaat madu berdasarkan hasil penelitian. 

  • Hasil studi menemukan bahwa kandungan antioksidan pada madu diduga mampu menangkal radikal bebas yang merusak sel-sel pelapis saluran cerna. Kerusakan sel saluran cerna seperti diketahui merupakan salah satu faktor penyebab refluks, yaitu kondisi naiknya isi lambung, berupa makanan, minuman, dan cairan asam lambung.
  • Penelitian juga menemukan bahwa manfaat madu untuk asam lambung diyakini dapat mengurangi peradangan di kerongkongan. 
  • Tekstur madu yang kental dapat membantu melapisi selaput lendir kerongkongan. Khasiat ini diduga dapat membantu melegakan kerongkongan kamu ketika penyakit asam lambung kambuh.
  • Menurut riset yang dimuat British Medical Research, kentalnya tekstur madu diduga pula dapat mencegah naiknya isi lambung.

Meskipun ada penelitian yang menyebutkan bahwa madu dapat membantu mengurangi gejala asam lambung, beberapa ahli tidak sependapat dengan hal tersebut. 

Menurut Physiolab Manager dan Clinical Research Associate Icahn School of Medicine at Mount Sinai, Amerika Serikat, dr. Hannah Kittrell, mengonsumsi madu justru dapat memperburuk gejala GERD.

Menurutnya, kandungan gula pada madu dapat memperburuk nyeri kerongkongan. Selain itu, bahaya madu untuk asam lambung juga bisa memperparah gejala GERD.

“Soalnya, gula dalam madu bisa meningkatkan produksi gula darah. Ketika gula darah melonjak, cairan dalam lambung bisa ikut naik dan memicu gejala penyakit asam lambung,” katanya.

Aturan Konsumsi Madu untuk Asam Lambung

Jika diduga dapat memperburuk gejala GERD, mungkin tidak sedikit yang bertanya, “Bolehkah madu dikonsumsi pengidap penyakit asam lambung?”

Jawabannya adalah madu boleh dikonsumsi penderita GERD. Asalkan, madu dikonsumsi sewajarnya. 

Artikel lainnya: 6 Aktivitas yang Harus Dihindari Penderita GERD

Soalnya, mengonsumsi madu secara berlebihan berbahaya bagi penderita GERD. Mengonsumsi madu berlebih dapat memperburuk gejala penyakit asam lambung, seperti sensasi terbakar di dada, nyeri ulu hati, nyeri dada, dan sesak napas.

Lantas, berapa kali sehari minum madu untuk penderita penyakit asam lambung?

Menurut dr. Karin Wiradarma, sebaiknya madu dikonsumsi pengidap GERD sebanyak satu  sendok teh dalam sehari. Madu bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. 

Disarankan madu diminum ketika asam lambung sudah mereda. Hal ini bertujuan untuk mencegah asam lambung naik kembali.

Manfaat madu untuk penyakit asam lambung belum dapat dibuktikan kebenarannya. Meski begitu, madu tetap boleh dikonsumsi penderita GERD sebanyak satu sendok per hari.

Ingat, jika kamu menderita penyakit asam lambung, jangan konsumsi madu secara berlebihan, ya!

Apabila kamu memiliki pertanyaan seputar asam lambung lainnya, konsultasikan langsung lewat fitur tanya dokter online di KlikDokter. Yuk, #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter untuk mengikuti informasi seputar kesehatan terkini.

(ADT/JKT)

Referensi: 

British Medical Journal. Diakses 2022. Oesophagus: Heartburn.

Indian Journal of Medical Research. Diakses 2022. Honey-A Nutrient with Medicinal Property in Reflux Oesophagitis.

0 Komentar

Belum ada komentar