Sukses

Mengungkap Fenomena Resesi Seks

Banyak negara di dunia yang mengkhawatirkan semakin berkembangnya resesi seks. Apa itu resesi seks? Cari tahu di sini.

Fenomena resesi seks tengah ramai dibahas oleh berbagai negara, termasuk di negara Barat dan Asia. Kemunculan istilah resesi seks dilatarbelakangi fenomena penurunan aktivitas seksual di sejumlah negara.

Kondisi ini kerap memunculkan kekhawatiran oleh sejumlah kalangan. Pasalnya, resesi seks dapat menyebabkan penurunan angka kelahiran yang akan berimbas pada banyak sektor. 

Ulasan berikut akan memaparkan seputar apa itu resesi seks dan asal-usulnya, serta penyebab fenomena resesi seks. 

Asal Usul Munculnya Fenomena Resesi Seks

Melansir langsung dari The Atlantica, Kate menjelaskan bahwa ada 5 hal yang dapat menjadi penyebab penurunan frekuensi hubungan seksual. 

  • Menemukan Kesenangan dengan Cara Lain 

Kate menuliskan, dari tahun 1992 hingga 1994, pria Amerika Serikat (AS) lebih memilih masturbasi dibandingkan melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis.

Dalam laporannya tersebut dijelaskan bahwa masturbasi pada pria dewasa meningkat dua kali lipat, menjadi 54 persen. Sementara pada wanita, masturbasi meningkat lebih dari tiga kali lipat, menjadi 26 persen.

Tidak hanya terjadi di AS, menurut artikel Economist baru-baru ini, kaum remaja di Jepang memandang seks sebagai mendokusai, atau aktivitas melelahkan. Mereka lebih memilih untuk pergi ke toko onakura, yaitu tempat pria membayar untuk masturbasi di depan karyawan wanita. 

Artikel Lainnya: Hubungan antara Masturbasi dan Depresi

  • Internet

Kemajuan teknologi juga disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya resesi seks. Dengan munculnya internet, orang menjadi jauh lebih mudah untuk mengakses pornografi. 

Hal ini juga berkontribusi pada lonjakan masturbasi di kalangan pria dewasa. Tak ayal kondisi tersebut memicu fenomena resesi seks. 

  • Terlalu Sibuk

Kemudian, penyebab lain dari resesi seks adalah rutinitas yang sangat padat. Kesibukan dalam bekerja dapat membuat seseorang tidak lagi memikirkan hubungan romantis. 

Hal ini pun kemudian membuat mereka memilih untuk tetap melajang dan fokus pada karier. Kehidupan seks pun terabaikan. 

  • Seks yang Menyakitkan

Sebuah studi tahun 2012 yang dilakukan oleh Debby Herbenick, seorang peneliti seks di University of Indiana di Bloomington, menyatakan bahwa penurunan aktivitas seksual dapat terjadi karena seks yang menyakitkan. 

Dalam studinya, ia mengungkap bahwa 30 persen wanita terakhir kali mengalami rasa sakit saat mereka melakukan hubungan seks vaginal. Sementara itu,  sebanyak 72 persen terakhir kali mengalami rasa sakit ketika mereka melakukan seks anal.

Artikel Lainnya: Anda dan Pasangan Sibuk? Coba Seks Kilat untuk Dekatkan Hubungan!

  • Merasa Ingin Sendiri

Kate mengatakan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan resesi seks adalah keinginan yang kuat untuk hidup sendiri. Beberapa orang saat ini lebih merasa nyaman dengan diri mereka sendiri tanpa perlu melibatkan diri dalam hubungan romantis.

Kehidupan seks tidak menjadi pilihan bagi orang orang yang punya pandangan seperti ini. 

Fenomena Egg Freezing Akibat Resesi Seks

Akibat adanya fenomena resesi seks, beberapa negara seperti AS, China, Jepang, Korea Selatan dan Singapura, mengizinkan wanita sehat untuk melakukan egg freezing atau pembekuan sel telur.  

Dijelaskan oleh dr. Theresia Rina Yunita, seiring bertambahnya usia, kualitas dan jumlah sel telur seorang wanita akan berkurang. Oleh sebab itu, usia ideal untuk hamil yang disarankan adalah usia 20-35 tahun. 

“Wanita yang berusia di atas 35 tahun dikhawatirkan memiliki kualitas dan jumlah sel telur yang sudah menurun. Ini akan meningkatkan risiko sulit hamil dan kelahiran anak dengan cacat bawaan,” jelas dr. Theresia.

Artikel Lainnya: Mitos dan Fakta Alat Kontrasepsi

Untuk mencegah hal tersebut, beberapa negara akhirnya mengizinkan wanita sehat melakukan pembekuan sel telur. Sebelumnya, egg freezing hanya dilakukan untuk wanita dengan kondisi medis tertentu, seperti sedang menjalani kemoterapi.

Pembekuan sel telur ini bertujuan agar wanita yang belum menikah di usia dewasa, tetap dapat hamil dan memiliki anak. Pembekuan sel telur pun dapat mempertahankan kesuburan wanita.

“Sel telur yang telah matang diambil dan dibekukan kemudian disimpan hingga jangka waktu tertentu. Sel telur ini nantinya dapat digunakan ketika wanita tersebut sudah siap untuk hamil dan memiliki anak,” tambah dr. Theresia.  

Itu dia tadi penjelasan mengenai resesi seks, jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar kesehatan gunakan layanan LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(PUT/JKT)

Referensi: 

The Guardian. Diakses 2022. 'Quality over quantity': Gen Z's 'sex recession' looks more like an upturn

IFS Studies. Diakses 2022. Is the Sex Recession Turning into a Great Sex Depression?

Mayo Clinic. Diakses 2022. Egg freezing

WebMD. Diakses 2022. Egg Freezing Gives You Options but Has Risks

The Atlantic. Diakses 2022. What’s Causing the Sex Recession?

Ditinjau oleh dr. Theresia Rina Yunita

0 Komentar

Belum ada komentar