Sukses

Tips Menghadapi Stigmatisasi Pengobatan Diabetes Tipe 2

Mengatasi stigma terapi pengobatan diabetes tipe 2 dapat dilakukan dengan disiplin dan fokus menerapkan manajemen penyakit metabolik.

Penderita diabetes tipe 2 rentan terombang-ambing stigma terapi pengobatan yang tepat untuk mengatasi penyakit metabolik tersebut. Hal ini dapat menyebabkan diabetesi (pengidap diabetes) keliru menjalani manajemen penyakit metabolik yang semestinya.

Misalnya, diabetesi mengabaikan terapi obat diabetes yang diresepkan dokter dan memilih fokus menerapkan gaya hidup sehat saja. Akibatnya, kontrol gula darahnya (glukosa) terganggu.

Sebaliknya, masalah kontrol glukosa dapat pula muncul karena diabetesi hanya mengonsumsi obat terapi diabetes tanpa menjalani gaya hidup sehat. Padahal, obat terapi diabetes dan gaya hidup sehat merupakan dua kunci utama dalam manajemen penyakit diabetes tipe 2.

Karena itu, penting bagi diabetesi memahami cara menghadapi stigma terkait pengobatan penyakit metabolik tersebut. Agar tidak salah kaprah dalam mengontrol penyakitnya, berikut penjelasannya:

Artikel Lainnya: Benarkah Bernyanyi juga Bisa Bantu Kontrol Gula Darah?

1 dari 3 halaman

1. Manajemen Diabetes Merupakan Kunci Pengobatan

Diabetes tipe 2 merupakan penyakit yang disebabkan ketidakmampuan tubuh dalam merespons insulin, hormon yang bertugas menyerap dan mengubah gula darah menjadi energi.

Kondisi ini mencetuskan gejala khas diabetes berupa lonjakan kadar gula darah. Peningkatan glukosa menyebabkan diabetesi mengalami sejumlah gejala, seperti sering buang air kecil, mudah haus dan lapar, luka lama sembuh, kulit gatal, penglihatan kabur, kelelahan, hingga nyeri dan mati rasa di area kaki maupun tangan.

Diabetes tipe 2 sendiri tidak dapat disembuhkan, namun gejalanya dapat diminimalkan dengan manajemen diabetes yang tepat.

Caranya, dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, terutama yang mengandung indeks glikemik rendah. Kemudian, berolahraga secara teratur dan disiplin mengonsumsi obat terapi diabetes yang diresepkan dokter.

Diabetesi juga harus rajin mengukur gula darah dan berat badannya. Oleh karena itu, penderita diabetes wajib memiliki alat cek gula darah (glukometer), monitor glukosa berkelanjutan alias CGMS (Continuous Glucose Monitoring System), maupun timbangan.

2. Selalu Berkonsultasi kepada Dokter

Bagi beberapa orang, rutinitas mengontrol gula darah mungkin terasa berat dan membosankan. Tidak sedikit diabetesi tergiur iming-iming obat herbal maupun medis yang diklaim dapat mengobati diabetes dengan cepat.

Jangan cepat tergiur. Tetap waspada dan cermati fakta medis di balik pengobatan tersebut.

Selain itu, penting bagi diabetesi untuk mengonfirmasi asupan apa pun kepada dokter. Tujuannya supaya dokter dapat menyelidiki dampaknya pada gula darah pengidap diabetes.

Artikel Lainnya: Tips Memilih Glukometer atau Alat Cek Gula Darah

2 dari 3 halaman

3. Fokus Pada Diri Sendiri

Tidak jarang, seseorang tanpa latar belakang medis memberikan saran pengobatan yang bisa menggoyahkan keyakinan individu soal terapi pengobatan yang direkomendasikan dokter.

Hal ini justru dapat menjadi bumerang bagi orang yang tengah berusaha menjaga kesehatannya, termasuk diabetesi.

Untuk itu, Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, mengatakan penting bagi diabetesi fokus mengatasi diri sendiri, alih-alih mengikuti komentar orang lain terkait pengobatan penyakit metabolik.

“Fokuslah pada apa yang bisa dikontrol dibandingkan apa yang tidak bisa dikendalikan. Misalnya, dibandingkan fokus pada komentar orang lain, lebih baik fokus pada usaha diri untuk memperbaiki pola hidup dan mengikuti saran ahli seperti dokter,” katanya.

4. Jangan Dibandingkan dengan Orang Lain

Cara mengatasi stigma terapi pengobatan diabetes tipe 2 selanjutnya yaitu jangan pernah membandingkan kesuksesan pengobatan diri sendiri dengan orang lain.

Ingatlah, metabolisme tubuh setiap orang berbeda. Meskipun menjalani manajemen diabetes yang nyaris serupa, tingkat kontrol gula darah setiap orang belum tentu sama.

Oleh karena itu, tetaplah fokus mengontrol diabetes Anda dan berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Itu dia sederet cara mengatasi stigma terapi pengobatan diabetes tipe 2. Ingatlah, penyakit metabolik ini tidak dapat disembuhkan. Satu-satunya cara mengurangi gejalanya adalah dengan menerapkan manajemen penyakit metabolik yang tepat.

Maka itu, jangan pernah lelah menjalani gaya hidup sehat, mengonsumsi obat yang diresepkan dokter, serta disiplin mengontrol gula darah dan berat badan.

Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar diabetes, konsultasikan kepada dokter via Live Chat.

(PUT/JKT)

Referensi:

Healthline. Diakses 2022. 5 Tips for Overcoming Medication Stigma with Type 2 Diabetes.

Healthline. Diakses 2022. Understanding Type 2 Diabetes.

0 Komentar

Belum ada komentar