Sukses

Inilah Ragam Manfaat Beta Karoten untuk Tubuh

Beta karoten merupakan pigmen warna alami di beberapa buah dan sayuran. Simak 6 manfaat beta karoten untuk kesehatan tubuh Anda di sini.

Beta karoten merupakan senyawa yang dapat memberikan warna kuning, jingga, dan merah pada sayuran dan buah. Setelah dikonsumsi, tubuh akan mengubah beta karoten menjadi vitamin A (retinol).

Vitamin A memiliki manfaat penting, contohnya menjaga kesehatan berbagai organ tubuh, seperti jantung, ginjal, dan paru-paru.

Makanan-makanan mengandung beta karoten tinggi di antaranya wortel, ubi jalar, aprikot, jeruk bali, labu, dan sebagainya.

Apa saja manfaat beta karoten untuk kesehatan tubuh Anda? Cari tahu di bawah ini:

 

1 dari 4 halaman

1. Baik untuk Kesehatan Mata

Pola makan kaya karotenoid seperti beta karoten dapat membantu meningkatkan kesehatan mata dan melindungi tubuh dari penyakit yang memengaruhi mata, termasuk degenerasi makula.

Degenerasi makula merupakan gangguan penglihatan yang biasanya dialami orang tua.

Artikel Lainnya: Menggoreng dengan Air Fryer, Benarkah Lebih Sehat?

Penelitian yang diterbitkan di JAMA Ophthalmology (2015) mengatakan, kadar karotenoid tinggi di dalam darah (termasuk beta karoten) dapat mengurangi risiko pengembangan degenerasi makula terkait usia sebanyak 35 persen.

Penelitian tersebut juga menunjukkan, pola makan tinggi buah dan sayuran kaya beta karoten mungkin sangat efektif mengurangi risiko degenerasi makula pada perokok.

2. Jenis Antioksidan yang Baik untuk Tubuh

Beta karoten juga merupakan jenis antioksidan. Zat antioksidan menetralisir molekul yang tidak stabil yaitu radikal bebas.

Jumlah radikal bebas yang terlalu banyak di dalam tubuh dapat berujung pada kerusakan sel dan jaringan (stres oksidatif). Kerusakan ini bisa berkontribusi pada terjadinya beberapa penyakit kronis.

Beta karoten akan berperan membantu mengurangi atau mencegah stres oksidatif di dalam tubuh.

Selain itu, antioksidan dari makanan dapat mendukung sistem kekebalan tubuh, serta menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

2 dari 4 halaman

3. Memperlambat Penurunan Fungsi Kognitif

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes, fungsi beta karoten juga bermanfaat memperlambat penurunan fungsi kognitif.

“Beta karoten ini kaya antioksidan. Sementara itu, penurunan kognitif salah satu faktornya adalah karena kerusakan dari stres oksidatif,” ujarnya.

Antioksidan berperan penting dalam mengatasi kerusakan akibat stres oksidatif yang muncul dari radikal bebas.

Artikel Lainnya: Lansia, Batasi Makanan dan Minuman Ini untuk Pencernaan Sehat

Tinjauan yang dipublikasi di Cochrane Database of Systematic Reviews membahas delapan studi yang berfokus pada antioksidan, termasuk beta karoten.

Ditemukan, ada manfaat kecil yang terkait dengan suplementasi beta karoten pada fungsi kognitif dan memori. Manfaat tersebut bersifat jangka panjang selama rata-rata 18 tahun.

Namun, para peneliti tidak menemukan efek signifikannya dalam jangka pendek. Diperlukan lebih banyak penelitian lanjutan untuk memastikannya.

Meski begitu, ada bukti konsumsi buah dan sayur rutin (terutama yang kaya beta karoten) dapat menurunkan risiko penurunan kognitif dan kondisi seperti demensia.

4. Baik untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Kegunaan beta karoten untuk kesehatan juga bisa dirasakan pada kulit. Antioksidan memang dikenal baik untuk menjaga keremajaan organ tubuh ini.

Dalam sebuah studi bertajuk “β-Carotene and other carotenoids in protection from sunlight” (2012), memiliki kadar mikronutrien antioksidan yang cukup di dalam tubuh, termasuk beta karoten, baik bagi kulit.

Kandungan tersebut dapat meningkatkan pertahanan kulit terhadap radiasi UV, serta membantu menjaga kesehatan dan tampilan kulit.

Namun, para peneliti menyatakan perlindungan matahari yang diberikan beta karoten jauh lebih rendah dari sunscreen.

Dengan demikian, Anda juga tetap harus menggunakan tabir surya untuk memaksimalkan manfaat perlindungan dari beta karoten.

3 dari 4 halaman

5. Menjaga Paru-Paru Tetap Sehat

Penelitian efek beta karoten pada kesehatan paru-paru sebenarnya masih belum jelas. Namun, beta karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A dapat membantu paru bekerja dengan baik.

Selain itu, orang yang banyak makan makanan mengandung beta karoten mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena beberapa jenis kanker, termasuk kanker paru-paru.

Artikel Lainnya: Pilihan Makanan Laut yang Menyehatkan Jantung

Penelitian dalam jurnal Frontiers in Oncology (2017) pada 2.500 orang mengatakan, memenuhi asupan sayur dan buah tinggi karotenoid misalnya beta karoten punya efek proteksi terhadap penyakit kanker paru.

Tetapi, studi tersebut belum menunjukkan apakah suplemen beta karoten memiliki efek yang sama seperti makan sayuran segar.

Mengonsumsi suplemen beta karoten justru mungkin meningkatkan risiko kanker paru-paru bagi perokok.

6. Mengurangi Risiko Kanker Tertentu

Dalam sebuah penelitian di jurnal Diseases (2016), pola makan tinggi antioksidan seperti beta karoten diteliti membantu melindungi dari kanker tertentu.

Kanker yang dimaksud sebagai berikut:

Dibanding minum suplemen beta karoten, dokter umumnya merekomendasikan konsumsi buah dan sayur kaya vitamin, mineral, dan antioksidan untuk mendukung kesehatan.

Yuk, biasakan makan makanan mengandung beta karoten dan antioksidan lainnya! Imbangi juga dengan makanan bergizi lainnya, ya.

Bila ingin tahu lebih banyak soal makanan tinggi antioksidan dan gizi, konsultasi ke dokter lewat LiveChat KlikDokter.

(FR/AYU)

Referensi:

  • Medical News Today. Diakses 2022. All you need to know about beta carotene.
  • Diakses 2022. Benefits of Beta Carotene and How to Get It.
  • Cochrane Database of Systematic Reviews (2018). Diakses 2022. Vitamin and mineral supplementation for maintaining cognitive function in cognitively healthy people in mid and late life.
  • American Journal of Clinical Nutrition (2012). Diakses 2022. β-Carotene and other carotenoids in protection from sunlight.
  • Frontiers in Oncology (2017). Diakses 2022. Inverse Association between Dietary Intake of Selected Carotenoids and Vitamin C and Risk of Lung Cancer.
  • JAMA Ophthalmology (2015). Diakses 2022. Intakes of Lutein, Zeaxanthin, and Other Carotenoids and Age-Related Macular Degeneration During 2 Decades of Prospective Follow-up.
  • Diseases (2016). Diakses 2022. Food Antioxidants and Their Anti-Inflammatory Properties: A Potential Role in Cardiovascular Diseases and Cancer Prevention.

0 Komentar

Belum ada komentar