Sukses

Tips Membantu Teman dengan Hoarding Disorder

Hoarding disorder ditandai dengan suka menimbun barang yang sudah tidak terpakai. Cari tahu mengatasi hoarding disorder yang terjadi pada teman berikut ini.

Orang dengan hoarding disorder memiliki keterikatan berlebih terhadap barang-barang atau benda. Mereka dapat merasa sangat tertekan jika membuang barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Gangguan ini dapat menyebabkan seseorang hidup di lingkungan yang tidak sehat, kotor, dan berantakan. Keluarga atau kerabat dari orang dengan hoarding disorder mungkin merasa frustrasi dan kewalahan.

Namun, alih-alih pergi meninggalkan mereka yang mengalami hoarding disorder, sebaiknya coba lakukan beberapa hal ini.

1. Memahami Hoarding Disorder dan Tidak Melakukan Self Diagnose 

Dijelaskan oleh Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, jika Anda mencurigai adanya tanda-tanda hoarding disorder pada teman, jangan buru-buru ambil tindakan.

Sebaiknya Anda memahami dulu apa itu hoarding disorder dan bagaimana sudut pandang dari teman yang suka menimbun barang. 

“Karena ini adalah suatu gangguan, maka tidak bisa menerapkan prinsip berpikir atau logika kita dengan mereka yang mengalami hoarding disorder,” ucap psikolog Gracia. 

“Kemudian jangan self diagnose atau asal mendiagnosis teman, arahkan dan dukung dia untuk mendapatkan bantuan profesional,” lanjutnya. 

Artikel Lainnya: Ini Tanda-Tanda Kleptomania dan Cara Mengatasinya

1 dari 4 halaman

2. Bersikap Empati dan Menjadi Pendengar yang Baik

Cara lain yang dapat dilakukan untuk membantu teman dengan hoarding disorder adalah bersikap empati dan menjadi pendengar yang baik untuk mereka. 

Jangan menyudutkan omongan atau pendapat atau apa yang sedang mereka rasakan. Sebaliknya, berusahalah memahami sudut pandang mereka.

“Dengan berempati dan mencoba mendengarkan, respons yang kita tunjukkan bisa lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi teman tersebut,” saran psikolog Gracia. 

“Selain itu, mendengarkan juga membuat keterbukaan dan kepercayaan bisa tumbuh. Di sinilah gerbang untuk mengarahkan mereka mendapatkan bantuan profesional bisa terbuka,” tambahnya.

3. Jangan Tawarkan Mereka untuk Pindah Tempat

Melansir Help Guide, mungkin Anda ingin sekali menganjurkan teman untuk pindah rumah atau kamar karena tidak tahan melihat barang-barang yang menumpuk.

Kendati terdengar sebagai solusi yang baik, namun itu hanya dapat membantu orang dengan hoarding disorder sementara waktu. 

Pasalnya, menganjurkan pindah tempat tidak akan menyelesaikan akar masalah atau penyebab dasar dari hoarding disorder. 

Besar kemungkinan orang dengan gangguan ini dapat menumpuk atau menyimpan lebih banyak barang di tempat yang baru. 

Artikel Lainnya: Jenis Gangguan Mental OCD yang Perlu Anda Tahu

2 dari 4 halaman

4. Jangan Membersihkan Barang Mereka

Sebagian dari Anda mungkin ingin membantu membersihkan dan membuang barang-barang yang mereka timbun. Akan tetapi, sebaiknya urungkan niat tersebut. 

Anda bisa mengajak mereka untuk membersihkan barang-barang yang menumpuk secara  bersama. 

Karena jika hanya Anda yang melakukan bersih-bersih rumah, maka ia akan semakin tidak termotivasi untuk membuang  atau menyortir barang-barang yang menumpuk.

“Dibandingkan fokus meminta membuang barang barang mereka. Arahkan teman Anda untuk mempertimbangkan barang-barang yang bisa membahayakan dan mengaturnya kembali,” saran psikolog Gracia.

5. Ajak Teman untuk Mengelola Stres Mereka

Hoarding disorder dapat dipicu oleh stres, kecemasan, dan ketegangan. Oleh karena itu, semakin stres dan cemas, semakin besar kemungkinan orang dengan hoarding disorder untuk kembali ke perilaku negatif seperti menimbun barang.

Cobalah ajak mereka meluangkan waktu untuk menghilangkan stres dan mendapatkan kembali ketenangan batin. Hal yang bisa dilakukan, antara lain berolahraga secara teratur, melakukan meditasi, atau teknik relaksasi lainnya.

Artikel Lainnya: Takut Berinteraksi? Waspadai Avoidant Personality Disorder

3 dari 4 halaman

6. Atur Ekspektasi Anda terhadap Mereka

Atur ekspektasi secara realistis. Meski dapat disembuhkan, namun hoarding disorder cenderung terjadi secara bertahap dan memiliki kemungkinan kambuh. 

Setting ekspektasi yang realistis bahwa tidak mudah bagi mereka untuk bisa mengurangi kebiasaan itu atau bersedia membuang barang-barang itu,” ucap Gracia.

Harapan yang tidak realistis dapat memicu stres dan konflik di antara Anda dan orang dengan hoarding disorder. 

Jadi, alih-alih menargetkan mereka tidak kembali melakukan pola perilaku yang lama, sebaiknya buatlah diri Anda menjadi teman yang menerima mereka apa adanya.

7. Meminta Bantuan Profesional

Saat orang dengan hoarding disorder sudah menyadari kondisinya, tidak ada salahnya mengajak mereka berkonsultasi dengan psikolog. 

Karena perilaku ini dapat kembali terjadi, maka bekerja sama dengan terapis bisa sangat membantu.

“Terapis akan membantu mereka untuk menetapkan target atau goal untuk secara perlahan untuk mengurangi kebiasaan itu. Namun, hal ini perlu disepakati dan datang dari diri mereka sendiri,” ucap Gracia.

Itulah tadi beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu teman yang mengalami hoarding disorder. Jika Anda ingin berkonsultasi dengan psikolog, gunakan layanan Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

Referensi: 

Sane Australia. Diakses 2021. Five tips to help someone who hoards

Mayo Clinic. Diakses 2021. Hoarding disorder

Helpguide.org. Diakses 2021. Helping Someone with Hoarding Disorder

0 Komentar

Belum ada komentar