Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Argyria, Penyakit yang Bikin Kulit Berwarna Biru Keabu-Abuan

Argyria, Penyakit yang Bikin Kulit Berwarna Biru Keabu-Abuan

Argyria merupakan penyakit langka yang menyebabkan warna kulit berubah menjadi biru keabu-abuan. Apa penyebabnya?? Simak di sini.

Kulit manusia bisa berubah warna menjadi biru keabu-abuan. Dalam dunia medis, perubahan warna kulit menjadi biru keabu-abuan disebut sebagai argyria. Kondisi ini termasuk ke dalam penyakit langka.

Kendati tidak berisiko mengancam jiwa, tetapi argyria bisa mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan diri penderitanya. 

Ketahui lebih lanjut tentang kondisi yang membuat warna kulit menjadi kebiruan dengan membaca ulasan ini. 

1 dari 3 halaman

Penyebab Argyria

Argyria terjadi ketika tubuh terpapar perak dalam waktu lama atau dengan dosis tinggi. Perak bukanlah kandungan zat yang berbahaya bagi tubuh. Karena nyatanya, bahan atau kandungan perak umum terdapat pada peralatan medis, seperti perban, salep, dan obat tetes mata. 

Dokter Theresia Rina Yunita menjelaskan, “Argyria merupakan kondisi langka yang dapat mengubah kulit, mata, organ dalam, kuku, dan gusi menjadi biru keabu-abuan. Warna kulit abu-abu kebiruan ini utamanya bisa dilihat di area tubuh yang terpapar di sinar matahari. Perubahan warna kulit ini permanen.”

Melansir dari Healthline, tubuh manusia sering bersentuhan dengan perak pada dosis atau  tingkat yang rendah. Perak dapat ditemukan di makanan, air, atau bahkan udara.  Perak bisa masuk ke dalam tubuh melalui mulut, selaput lendir, atau kulit.

Artikel Lainnya: Benarkah Blue Light Berbahaya bagi Kulit?

Dokter Theresia menjelaskan, “Ketika menelan perak, timbul korosi pada asam lambung dan berubah menjadi garam perak hingga mencapai kulit Anda. Saat terkena sinar matahari, garam perak akan berubah kembali menjadi perak dan mewarnai kulit Anda menjadi biru.”

Sebagian besar perak yang masuk ke dalam tubuh akan dikeluarkan melalui feses dan urine. Namun, saat terpapar perak dalam jumlah banyak, tubuh dapat kesulitan mengeluarkan atau menetralisir zat tersebut.

Perak yang sulit dikeluarkan akan disimpan di dalam kulit dan jaringan tubuh lainnya. Ketika berada di bawah cahaya matahari, warna kulit pun bisa berubah menjadi biru keabu-abuan. 

Kondisi argyria dapat muncul cepat apabila tubuh terpapar perak dalam jumlah tinggi, Namun jika Anda terpapar perak dalam jumlah sedikit, proses munculnya warna biru keabu-abuan di kulit kemungkinan akan lebih lambat.

Pada beberapa kasus, perubahan warna kulit menjadi biru keabu-abuan ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Biasanya warna biru atau abu-abu di kulit akan lebih terlihat di bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, misalnya tangan atau wajah. 

Artikel Lainnya: Bahaya Polusi Udara bagi Kesehatan Kulit

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi dan Mencegah Argyria

Argyria merupakan kondisi langka yang bersifat permanen dan sulit diobati.  Namun, dr. Theresia mengatakan, “Sunscreen dapat membantu mencegah warna kulit menjadi lebih gelap. Penggunaan makeup juga dapat membantu menyembunyikan efek argyria pada kulit.”

“Pakai krim hidroquinon 5 persen pada kulit juga dapat mengurangi jumlah perak di kulit Anda. Terakhir adalah terapi laser, yang juga bisa membantu mengobati argyria,” tambah dr. Theresia.

Selain itu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah paparan perak berlebihan:

  • Jika memiliki pekerjaan yang berisiko terkena paparan perak, sebaiknya kenakan pakaian lengan panjang dan menutupi kulit, memakai kacamata pelindung, dan masker.
  • Hindari mengonsumsi suplemen makanan dan obat-obatan yang mengandung perak.
  • Hindari menggunakan kosmetik yang mengandung perak. 

Demikian penjelasan seputar penyebab argyria, dan cara mengatasi sekaligus cara mencegahnya. Bila ingin konsultasi dengan dokter seputar kesehatan kulit, chat langsung menggunakan aplikasi Klikdokter. 

(OVI/JKT)

Referensi:

Healthline. Diakses 2021. Argyria 

DermNet NZ. Diakses 2021. Argyria 

0 Komentar

Belum ada komentar