Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Cara Mengatasi Dermatografia, Kulit Rentan pada Goresan Kecil

Cara Mengatasi Dermatografia, Kulit Rentan pada Goresan Kecil

Ketika kulit Anda langsung membengkak ketika hanya tergores kecil, bisa jadi itu dermatografia. Seperti apa cara mengatasinya? Simak di sini.

Jika Anda pernah mengalami kulit yang mudah bengkak ketika hanya tergores kecil, jangan anggap sepele. Bisa jadi Anda mengidap penyakit dermatografia (dermatographia).

Dermatografia merupakan garis merah, bengkak, atau kulit yang berbekas pada kulit. Kondisi ini terjadi karena adanya tekanan, usapan keras, atau garukan ringan.

Sampai saat ini, penyebab dermatografia tidak diketahui. Namun melansir Medicine Net, kondisi ini terjadi karena adanya respons tekanan pada kulit akibat reaksi imun dan pelepasan antibodi yang dikenal sebagai imunoglobulin E (IgE).

Sel mas (sel imun) bereaksi terhadap IgE dan melepaskan senyawa inflamasi yang dapat menyebabkan tiga reaksi.

Pertama, pembuluh darah kecil (kapiler) melebar membentuk garis merah. Kedua, ujung saraf merespons menyebabkan kemerahan pada kulit. Ketiga, kapiler membocorkan cairan ke dalam jaringan kulit membentuk bintil-bintil yang menonjol pada kulit.

Artikel Lainnya: Bisakah Krim Kulit Dipakai untuk Mengatasi Dermatitis Atopik?

Menurut dr. M. Iqbal Ramadhan, “Dermatografia akan muncul karena adanya garukan atau gesekan pada kulit. Idealnya, dermatografia akan hilang dengan sendirinya sekitar 30 menit setelah adanya garukan atau gesekan.”

Namun, ketika dermatografia berlangsung beberapa hari, dr. Iqbal menyarankan, “Sebaiknya periksakan ke dokter spesialis kulit. Hal ini guna mendeteksi adanya reaksi alergi pada kulit yang mungkin lebih parah.”

Adapun lima cara mengatasi dermatografia:

1 dari 4 halaman

1. Penggunaan Obat-obatan Medis

Melansir Healthline, beberapa obat alergi yang dijual bebas dapat membantu mengobati gejala dermatografia. Contoh beberapa obat yang dijual bebas, seperti diphenhydramine (Benadryl) dan cetirizine (Zyrtec).

Kedua obat tersebut dapat menyebabkan kantuk, jadi sebaiknya tidak dikonsumsi saat akan berkendara.

Selain itu, ada beberapa antihistamin yang dapat mencegah tubuh memproduksi histamin dari respons yang kurang baik terhadap bahan kimia dan alergen.

Jenis antihistamin yang bisa digunakan adalah loratadine dan fexofenadine (Allegra), tetapi efeknya cukup lama. Meski begitu, konsumsi secara teratur dapat mencegah munculnya gejala dermatografia.

Pada kasus yang parah, dokter akan merekomendasikan fototerapi. Perawatan dermatografia ini merupakan jenis terapi radiasi rawat jalan yang dirancang khusus untuk gangguan kulit. Terapi ini juga bisa dilakukan pada pengobatan psoriasis.

Artikel Lainnya: Kulit Panas karena Pakai Masker Kayu Manis, Ini Solusinya!

2. Pengobatan Alami

Pengobatan alternatif dengan bahan alami juga dapat memberikan pertolongan pada kulit yang mengalami dermatografia.

Bahan alami bisa digunakan langsung pada kulit untuk mengatasi gejalanya. Bahan-bahan tersebut termasuk:

  • Oatmeal.
  • Tea tree oil.
  • Lidah buaya.
  • Kaldu dedak/ sekam padi.

Selain bahan-bahan di atas, ada pula bahan lain yang dipercaya bisa mengatasi dermatografia, yaitu minyak ikan, dan minyak primrose.

Akupuntur pun disebut-sebut bisa membantu mengobati dermatografia. Hanya saja, belum banyak penelitian yang membuktikan kedua opsi tadi efektif mengatasi dermatografia.

2 dari 4 halaman

3. Terapi Sinar UV

Melansir Medicine Net, terapi sinar ultraviolet (UV) dikatakan bisa mengatasi gejala dermatografia. Akan tetapi, terapi ini belum terbukti efektif untuk jangka panjang karena gejala dapat kembali beberapa bulan setelah perawatan dermatografia ini selesai.

4. Terapi Manajemen Stres

Salah satu kondisi yang memicu dermatografia adalah stres. Untuk itu, terapi manajemen stres diperlukan, karena telah terbukti bisa mengurangi risiko maupun gejalanya.

Artikel Lainnya: Jari Bengkak dan Merah Karena Udara Dingin, Awas Terkena Chilblains

Jenis terapi sebaiknya yang menggunakan latihan pernapasan untuk mengurangi stres, contohnya yoga dan meditasi. Olahraga secara teratur juga dapat meningkatkan hormon endorfin di otak yang dapat mencegah stres.

Menurut NCCIH, teknik relaksasi dapat membantu anak-anak dengan kondisi kulit seperti dermatografia.

Jika terapi manajemen stres gagal memperbaiki tingkat stres Anda dan gejala kulit lainnya, penting untuk segera ke dokter agar diberikan penanganan yang terbaik.

3 dari 4 halaman

5. Menjalani Pola Hidup Sehat

Selain mengelola stres, mengubah pola hidup menjadi lebih sehat akan berdampak pada kesehatan kulit.

Anda bisa menerapkan pola makan sehat, seperti mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar, serta makanan yang rendah lemak.

Orang dengan dermatografia juga penting untuk selalu menjaga kulitnya tetap terhidrasi. Selain penuhi asupan air putih, hindari konsumsi minuman beralkohol atau dengan tambahan gula.

Sebagai tambahan, gunakan pelembap kulit yang mengandung minyak kelapa atau shea butter.

Seperti itulah penjelasan mengenai dermatografia dan cara mengatasinya. Jika gejala tidak bisa diatasi dengan cara di atas atau kondisi semakin parah, segera periksa ke dokter.

Anda juga bisa berkonsultasi masalah kulit langsung dengan dokter lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(PUT/AYU)

Referensi:

Wawancara dr. M. Iqbal Ramadhan

Medicine Net. Diakses November 2021. How Do You Get Rid of Dermatographia?

Healthline. Diakses November 2021. What is Dermatographia?

National Center for Complementary and Integrative Health. Diakses November 2021. Skin Conditions and Complementary Health Approaches: What the Science Says

Medical News Today. Diakses November 2021. Causes and Treatment of Skin Writing.

0 Komentar

Belum ada komentar